Diketuai Gus Dur, 14 Parpol Gurem Tolak Hasil Pemilu

Diketuai Gus Dur, 14 Parpol Gurem Tolak Hasil Pemilu

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 11:07 WIB
Jakarta - Sebanyak 14 partai gurem yang menggalang organisasi "Presidium Aliansi Nasional untuk Demokrasi dan Pemerintahan Bersih" menyatakan tidak bisa menerima hasil Pemilu 2004 yang tengah diumumkan KPU, Rabu (5/5/2004).Organisasi ini dipimpin Gus Dur yang bertindak sebagai pribadi.Dalam pernyataan sikapnya di Media Center KPU, Jl.Imam Bonjol, Jakpus, Aliansi itu tidak dapat menerima hasil akhir penghitungan suara yang dipaksakan sepihak oleh KPU tanpa mengindahkan seluruh protes dan keprihatian yang telah disampaikan kepada KPU dari sejak persiapan Pemilu legislatif hingga tahapan akhir penghitungan yang semua sarat dengan berbagai manipulasi dan kecurangan.Pernyataan aliansi dibacakan oleh Sukmawati, Ketum PNI Marhaenisme. Pembacaan sikap ini berbarengan dengan rapat Pleno Penetapan dan Pengumuman Hasil Penghitungan Suara KPU berlangsung di lantai 2. Rapat dibuka oleh Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin dan dihadiri sejumlah anggota KPU. Rapat dibuka pukul 10.10 WIB dan dihadiri perwakilan parpol.Sedangkan pernyataan Presidium Aliansi Nasional untuk Demokrasi dan Pemerintahan Bersih dihadiri oleh ketuanya, Gus Dur dan Sekretaris Eksekutif Erros Djarot. Anggota lainnya adalah Sukmawati, Ade Nasution dll. Aliansi ini beranggotakan 14 parpol yang kecewa dengan Pemilu legislatif.Deklarasi aliansi digelar pada Selasa kemarin dan dihadiri oleh Gus Dur (PKB), Erros Djarot (PNBK), Sukmawati (PNI Marhaenisme), Rahmawati (Partai Pelopor), Adi Sasono (Partai Merdeka), Ade Nasution (PBR), Ryaas Rasyid (PDK), Mochtar Pakpahan (PBSD), Sjahrir (PIB), dan perwakilan dari PSI dan PPDI. KotorLebih lanjut Sukmawati menyatakan, kelompoknya mencatat pemilu legislatif 2004 sebagai pemilu yang paling kotor, tidak jujur, dan tidak adil, dalam sejarah pemilu Indonesia. "Aliansi mendesak Presiden dan DPR untuk mengganti pimpinan dan personalia KPU di seluruh strata, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat kelurahan," tegas Sukma.Aliansi juga mendesak komite pemberantas korupsi untuk melakukan audit terhadap proses dan pelaksanaan pengadaan barang berikut seluruh transaksi yang telah dilakukan KPU."Kami menyerukan seluruh rakyat Indonesia agar menuntut dan membuka sampai tuntas berbagai kecurangan penghitungan dan manipulasi penghitungan suara dalam membangun kehidupan berdemokrasi yang berkeadilan," tegas Sukma.Setelah pembacaan sikap, Gus Dur menambahkan bahwa sikap itu didasari pada kejujuran dan kesungguhan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis dan bersih."Sekuat-kuatnya pemerintahan yang kotor, ujung-ujungnya akan dijatuhkan rakyat. Kami hanya berseru mudah-mudahan rakyat mendengar suara ini dan mengambil sikap yang jelas," tegasnya.Gus Dur menyatakan, pernyataan aliansi yang dipimpinnya itu tidak ada hubungannya dengan kemenangan dan kekalahan, tapi untuk pemerintahan yang bersih.Apakah dengan ikut aliansi itu berarti PKB menolak hasil pemilu 2004 juga? "Lihat saja nanti, tanda tangan atau nggak," jawab Gus Dur yang hingga kini masih capres PKB ini. (nrl/)


Berita Terkait