"Pengungsi yang baru berasal dari Desa Seloboro dan Desa Plosogede. Ini karena banjir lahar hari Minggu (23/1) kemarin cukup besar," Heri Prawoto, Kasubid Penanggulangan Bencana Pemkab Magelang, kepada detikcom, Selasa (25/01/2011).
Banjir lahar tersebut sebenarnya menyerang 19 dusun. Seribuan orang pengungsi disebar di 14 titik penampungan yang sejauh ini tergolong masih aman dari dampak banjir lahar dingin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dari empat dusunnya di bantaran Kali Putih mengungsi. Mereka ditempatkan dalam shelter box (tenda keluarga) yang berada di Lapangan Desa Jumoyo karena rumahnya rusak diterjang lahar.
Jumlah pengungsi dia perkirakan akan bertambah karena warga Dusun Seloiring yang rumahnya berada di bantaran kali belum mau mengungsi. Jumlahnya 243 KK atau 800-an jiwa.
“Kita akan memastikan mereka mengungsi karena daerahnya sudah sangat terancam kalau ada banjir lahar. Mereka sudah disiapkan shelter box di Larangan, Jumoyo,” jelas Ismadi.
Sementara oleh Kaur Kesra Desa Sirahan, Muhammad Rokim, jumlah pengungsi warga
Sirahan sebanyak 3.427 jiwa dan ditempatkan di gedung sekolah serta balai desa. Mereka terpaksa mengungsi karena kondisi desa tempat tinggal mereka saat ini terendam pasir pasca banjir lahar dingin.
“Pagi hari sebagian warga pulang ke rumah untuk mengambil barang-barang, sore balik ke pengungsian. Tapi ada juga yang tetap berjaga-jaga di desa,” ujar Rokim.
(lh/lh)











































