Taksi Tanpa Tulisan Taksi yang Membingungkan

Laporan dari Mongolia

Taksi Tanpa Tulisan Taksi yang Membingungkan

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2011 12:20 WIB
Taksi Tanpa Tulisan Taksi yang Membingungkan
Ulaanbaatar - Mendapatkan taksi di Ulaanbaatar, Mongolia, tidak begitu gampang. Sebab kita tidak tahu apakah mobil yang melintas di depan kita taksi atau bukan. Maklum banyak taksi di sini tidak memajang tulisan 'taxi'.

Di kota yang sering kali disebut UB ini, di pinggir-pinggir jalan sering kali terlihat orang-orang yang melambaikan tangan kepada mobil yang lewat. Melihat itu saya teringat joki 3 in 1 yang kerap terlihat di Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

Para joki ini mengacungkan tangan memberi kode kepada pengendara yang melintas untuk menawarkan jasa menjadi joki. Orang-orang yang melambaikan tangannya kepada mobil yang lewat ini bukannya mau jadi joki tetapi sedang mencari taksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena tidak ada tulisan 'taxi' di mobil yang melintas, mereka harus rajin-rajin melambaikan tangan kepada mobil berjenis sedan. Jika ada yang pengendara yang berniat menjual jasa transportasi pasti meminggirkan mobilnya.

Kadang orang harus bertahan berdiri di pinggir jalan lebih dari 15 menit untuk mendapatkan taksi. Maklum, tidak banyak pengendara mobil yang berniat mengangkut penumpang.

Menunggu taksi terasa semakin berat bila dilakukan saat musim dingin yang kadang suhunya bisa mencapai lebih dari -25 derajat celcius. Apalagi bila dilakukan di malam hari.

"Iya di sini memang banyak yang tidak ada tulisan taksi nya. Kalau mau dapat taksi lambai-lambaikan tangan saja," ujar anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sedang mengikuti Forum Parlemen se-Asia Pasifik (APPF) ke-19 di Ulaanbaatar, Mongolia, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/1/2011).

Sopir taksi di Ulaanbaatar kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris. Agar aman, sebaiknya kita sodorkan kertas yang bertuliskan nama tempat yang ingin dituju. Standarnya, per kilometer, penumpang harus membayar Tugrug 500. Untuk diketahui USD 1 sekitar T 1420.

Taksi di Ulaanbaatar ada yang resmi dan yang tidak. Yang resmi dikelola oleh City Taxi dengan mengoperasikan mobil modern seperti Hyundai maupun Accent berwarna kuning. Ada tulisan taxi di atas mobil. Pemesanan taksi melalui telepon pun dilayani. Sedangkan taksi tanpa tulisan taxi adalah yang tidak resmi.

Jalanan Ulaanbaatar didominasi oleh mobil  pribadi. Beberapa bus umum ukuran besar juga terlihat di kota ini, namun tidak sebanyak di Jakarta. Penumpang diharuskan membayar T 300-T 400 untuk perjalanan di sekeliling UB. Ada juga minivan dengan tarif T 400 dengan rute yang sama dengan bus.

Karena tata kota yang menganut sistem blok, lampu lalu lintas jaraknya satu sama lain tidak terlalu jauh. Bahkan ada ruas jalan yang terdapat lampu lalu lintas dalam jarak sekitar 100 meter.

(vit/gun)


Berita Terkait