"Itu sebetulnya kelompok teroris yang melakukan teror sejak menjelang natal kemarin. Kan saat natal kemarin ada gereja di Solo dan sekitarnya yang mendapat teror," kata Kepala BNPT Ansyad Mbai saat dihubungi detikcom, Selasa (25/1/2011).
Ansyad memastikan kalau pelaku yang ditangkap tersebut diduga kuat ada jaringan dengan kelompok lama. "Ya ini ada jaringan dengan kelompok lama," imbuhnya.
Senada dengan Ansyad, pihak Mabes Polri juga menduga bahwa pelaku teror tersebut adalah otak dari sejumlah teror di kawasan Solo dan sekitarnya menjelang Natal lalu. Penangkapan jaringan teroris oleh Densus 88 Mabes Polri dilakukan di wilayah Polres Sukoharjo pada pukul 10.00 WIB. Penangkapan dilakukan di Tegal Baru RT 03/07, Desa Waru, Kecamatan Baki.
Salah satu terduga teroris yang ditangkap bernama Roki Apris Dianto alias Antok, yang berasal dari Klaten. Antok berusia 28 tahun dan bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Purwosari Surakarta di dekat Solo phone centre. Belum diketahui identitas seorang pria lagi yang ditahan.
"Yang bersangkutan mantan anggota kelompok Hisbah, diperkirakan yang bersangkutan diduga salah satu otak dari teror di Sleman, Klaten, dan Sukoharjo," tutupnya.
(ndr/fay)











































