Kepmenaker Cegah HIV/AIDS di Tempat Kerja Diluncurkan

Kepmenaker Cegah HIV/AIDS di Tempat Kerja Diluncurkan

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 07:38 WIB
Jakarta - Dunia kerja merupakan arena utama perlawanan HIV/AIDS selama 10 tahun terakhir. Kepmenaker pun diluncurkan untuk pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja.Pencegahan di tempat kerja telah terbukti efektif dalam memerangi epidemi HIV/AIDS di banyak negara. Itu sebabnya dikeluarkan Kepmenakertrans nomor KEP/68/MEN/2004 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja.Kepmenakertrans itu mewajibkan perusahaan melakukan upaya pencegahan melalui komunikasi, informasi dan edukasi kepada pekerja mereka mengenai HIV/AIDS dan cara-cara menghindari infeksi."Tempat kerja merupakan lokasi kunci bagi program pencegahan dan dukungan di tempat kerja. Kepmen memperlihatkan keinginan Indonesia untuk menjalankan program penanggulangan HIV/AIDS selangkah lebih maju. Kepmen ini merupakan panduan penting yang akan membantu mengurangi dampak HIV/AIDS terhadap bisnis dan ekonomi, serta mengatasi masalah stigmatisasi dan diskriminasi terhadap pekerja dengan HIV/AIDS melalui skema Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)."Demikian disampaikan Direktur Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) untuk Indonesia Alan Boulton dalam siaran pers ILO yang diterima detikcom, Rabu (5/5/2004).Untuk menyosialisasikan Kepmenakertrans tersebut, ILO bekerja sama dengan Depnakertrans dan ASA-USAID menggelar forum dunia kerja Indonesia tentang HIV/AIDS pada Kamis 6 Mei 2004 di Hotel Le Meridien Jakarta.Kepmen mewajibkan perusahaan menerapkan program penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja, serta menyatakan bahwa pekerja/buruh dengan HIV/AIDS berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja.Selain itu pengusaha atau pengurus dilarang melakukan tes HIV untuk digunakan sebagai prasyarat suatu proses rekrutmen atau kelanjutan status pekerja/buruh atau kewajiban pemeriksaan kesehatan rutin.Di Indonesia terdapat sekitar 90 ribu sampai 130 ribu orang yang hidup dengan HIV/AIDS pada akhir 2003. Sebanyak 75 persennya adalah laki-laki dan 25 persennya perempuan. (sss/)


Berita Terkait