"Khusus kecelakaan angkutan berat, truk memang paling tinggi angkanya yakni mencapai 1.240 kasus selama tahun 2010," kata Kepala Seksi Kecelakaan Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi saat dihubungi wartawan, Selasa (25/1/2011).
Dari 1.240 kasus tersebut, kecelakaan tertinggi terdapat di kawasan Jakarta Utara yakni 231 kasus. Angka kecelakaan tertinggi kedua di wilayah Bekasi Kabupaten yakni 171 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian kecelakaan truk juga terjadi di wilayah Tangerang Kota dengan angka 131 kasus. Di Jakarta Timur, angka kecelakaan melibatkan truk mencapai 103 kasus.
Disusul angka kecelakaan truk yang ditangani oleh Polda Metro Jaya yakni sebanyak 95 kasus. Di Bekasi Kota 82 kasus, Depok dan kawasan KPPP masing-masing 37 kasus.
Sementara di kawasan Bandara Soekarno Hatta mencapai 12 kasus. Sedangkan di wilayah Jakarta Pusat, paling sedikit yakni 9 kasus saja.
Herman mengungkapkan, penyebab kecelakaan yang melibatkan truk seringkali menimbulkan korban, mulai dari luka ringan, sedang, hingga tewas.
Terakhir, kecelakaan melibatkan truk menewaskan seorang ibu muda bernama Dina di kawasan RE Martadinata, Jakarta Utara pada pekan lalu. Dina tewas seketika setelah terlindas ban belakang truk kontainer.
Ia menambahkan, kecelakaan yang melibatkan truk itu disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya kelalaian, kurang kontrolnya sopir, mengantuk, ugal-ugalan hingga kelebihan muatan.
(mei/gun)











































