100 Pedagang Pasar Senapelan Menginap di DPRD Pekanbaru

100 Pedagang Pasar Senapelan Menginap di DPRD Pekanbaru

- detikNews
Rabu, 05 Mei 2004 00:14 WIB
Pekanbaru - Sekitar 100 pedagang dari Pasar Senapelan malam ini menginap di Gedung DPRD Pekanbaru. Mereka sebelumnya sempat 'menyandera' Ketua DPRD Pekanbaru.Para pedagang ini sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Pekanbaru jalan Sudirman pukul 09.00 WIB, Selasa (4/5/2004). Mereka menuntut dipertemukan dengan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.Demonstran memaksa Ketua DPRD Pekanbaru Adrian Ali untuk bisa menghadirkan Walikota dalam dengar pendapat tentang peremajaan pasar Senapelan. Namun tuntutan mereka tidak pernah digubris Walikota, dan DPRD dianggap ingkar janji karena selama ini telah beberapa kali menjanjikan pedagang akan menghadirkan Walikota.Rasa kekecewaan pedagang berbuntut 'penyanderaan' Ketua DPRD Pekanbaru Adrian Ali pukul 10.00-19.30 WIB. Adrian 'disandera' di ruang kerjanya.Kemudian terjadi negosiasi dan Adrian kembali berjanji menghadirkan Walikota besok pagi dan meminta pedagang membubarkan diri dari Gedung DPRD. Namun permintaan membubarkan diri ditolak pedagang.Ratusan pedagang masih bertahan dan akan menginap di Gedung DPRD. Sebagian besar ibu-ibu yang membawa anak-anaknya. Mereka membawa tikar dan selimut. Saat makan malam, mereka menikmati nasi bungkus yang dibagikan koordinatornya Sahat."Aksi bertahan di gedung terpaksa dilakukan agar massa tetap bertahan dan bisa dilakukan negosiasi dengan Walikota. Apabila membubarkan diri, itu kekalahan dari pihak pedagang," kata Sahat kepada Chaidir Anwar Tanjung dari detikcom di Pekanbaru.Seperti diberitakan sebelumnya, pedagang menolak rencana peremajaan Pasar Senapelan di kawasan jalan Ahmad Yani. Namun Walikota tetap memaksa, meski belum ada kesepakatan harga, mereka telah membongkar paksa ribuan kios di Pasar Senapelan. Keberatan pedagang soal harga yang ditawarkan investor dinilai terlalu tinggi sehingga tidak memberi kesematan kepada pedagang pribumi."Misalnya saja, harga di lantai dasar nantinya per meter Rp 20 juta. Sementara untuk lantai 2 dan 3 harganya Rp 10-14 juta per meter. Semuanya ini merupakan permainan pihak investor yang akan menggusur pedagang pribumi," ujar Sahat."Anehnya, pasar belum dibangun, tapi diperkirakan di lantai dasar dan satu seluruhnya sudah terjual. Anehnya lagi, bukan kepada para pedagang yang lama," tukas Sahat. (sss/)


Berita Terkait