Aksi DPR Kumpulkan Koin untuk Presiden Merupakan Penghinaan

Aksi DPR Kumpulkan Koin untuk Presiden Merupakan Penghinaan

- detikNews
Selasa, 25 Jan 2011 01:36 WIB
Aksi DPR Kumpulkan Koin untuk Presiden Merupakan Penghinaan
Jakarta - Sejumlah anggota Komisi III DPR menggelar aksi 'Koin untuk Presiden'. Santunkah tindakan mereka? Aksi mereka dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap Presiden.

Penilaian ini disampaikan mantan anggota DPR dari PAN, Alvin Lie, Senin (24/1/2011) malam. Alvin yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah tidak setuju dengan aksi pengumpulan koin yang dilakukan anggota DPR dari Golkar Bambang Soesatyo dkk.

"Anggota DPR memang wajib awasi dan kritisi eksekutif, termasuk Presiden. Juga sah untuk berseberangan pendapat. Bahkan beroposisi. Tapi aksi pengumpulan koin untuk Presiden merupakan suatu penghinaan terhadap Presiden, apalagi dilakukan di sela acara rapat resmi DPR," kata Alvin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut politisi yang dikenal koboi senayan periode 2004-2009 itu, aksi pengumpulan koin itu sudah jauh menyimpang dari fungsi DPR, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran. Bila memang para anggota DPR itu ingin memprotes atau menyindir, sebaiknya membuat pernyataan sikap politik yang dapat disampaikan secara kritis, pedas & menyengat dalam koridor diplomasi yang wajar.

"Saya melihat pengumpulan koin itu seperti urunan sedekah untuk kaum duafa. Jangan lupa bagaimana pun Presiden adalah Kepala Negara, salah satu lambang kehormatan negara," tegas Alvin.

Menurut dia, anggota DPR yang tidak setuju dengan kenaikan gaji Presiden dapat menggunakan hak politiknya untuk menolak usulan kenaikan gaji Presiden. "Gunakanlah Hak Anggaran DPR," saran Alvin.

Apa yang dilakukan beberapa anggota  DPR itu, lanjut Alvin, sudah keluar dari koridor diplomasi yang wajar. "Sebaiknya segera dihentikan, berilah tauladan yang baik kepada rakyat," pinta Alvin.

Dalam pandangan Alvin, aksi pengumpulan koin untuk Presiden, jika dilakukan individu di luar DPR masih dapat dipahami sebagai ungkapan kekesalan publik. "Tapi jika dilakukan oleh anggota DPR, justru menunjukkan anggota DPR tidak cakap menggunakan hak politik dan melaksanakan fungsi politiknya," jelas dia.

Seperti diketahui, sejumlah anggota DPR menyiapkan kotak transparan yang ditulisi 'Koin untuk Presiden' di selai-sela raker Komisi III dengan DPR. Hanya beberapa anggota DPR yang terlihat memasukkan koin ke kotak itu, antara lain Bambang Soesatyo, Syarifudin Suding dan Desmon Mahesa.
(asy/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini