Informasi ini diberitakan oleh Interfax, sesaat setelah bom itu meledak, Senin (21/4/2010). Media itu juga memberitakan bahwa polisi langsung mengejar tiga orang laki-laki yang diduga terlibat dalam peledakan bom itu.
Sementara itu, Mark Green, seorang saksi mata, mengaku ledakan bom itu sungguh keras. Saat bom meledak, Green saat itu baru saja tiba di Moskow.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan bom ini menewaskan 31 orang dan melukai sekitar 130 orang. Para korban tewas dan luka sudah dievakuasi ke RS-RS di Moskow.
Pemerintah Moskow sendiri sudah memastikan bahwa ledakan bom tersebut dilakukan oleh kelompok teroris. Mereka melakukan pengeboman itu dengan bom bunuh diri.
Sementara itu Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaludin, kepada detikcom mengatakan hingga saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban ledakan bom. Namun, hingga malam ini, pihaknya masih terus memantau RS-RS di Moskow untuk mengecek apakah ada WNI yang jadi korban tidak.
Hamid juga mendapat laporan bahwa saat bom meledak di bandara, ada sejumlah WNI yang berada di bandara terbesar di Rusia itu. Namun, mereka meninggalkan bandara 10 menit sebelum bom meledak. Mereka selamat.
(asy/anw)











































