Ruko Along Biasa Ramai, Ada Isu Suami Pemiliknya Warga AS
Selasa, 04 Mei 2004 22:30 WIB
Pekanbaru - Ledakan yang menimpa ruko Along mengejutkan warga. Padahal ruko itu paling ramai karena harga jual barangnya murah. Tapi ada desas desus kalau suami pemilik ruko warga AS. Tapi hal itu dibantah Kapolda Riau Brijen Deddy S Komaruddin.Warga Pekanbaru dikejutkan dengan ledakan dahsyat di Ruko jalan Soekarno-Hatta kawasan Panam Pekanbaru. Ruko petak empat itu masing-masing satu pintu sebelah kiri dibuat dagangan sembako milik Along. Selanjutnya Ruko sebelah Along itu dijadikan kantor MLM CNI. Sedangkan dua pintu lagi selama ini dijadikan warung nasih padang yakni Famili Buana. Hanya saja, warung nasi itu sudah dua bulan ini ditutup.Toko sembako milik Along itu selama ini dikenal warga sekitar salah satu toko sembako di kawasan Pasar Pagi Panam relatif lebih murah menjual barang dagangannya daripada sejumlah toko lainnya. Tak heran, bila selama ini toko milik Along sangat ramai dikunjungi konsumen.Biasanya toko milik Along yang menjadi pusat peledakan itu, dibuka pada pukul 6.30 WIB. Biasanya konsumen toko milik Along ini sebagian besar merupakan kosumen dari sejumlah kedai-kedai harian."Biasanya kedai-kedai kecil di Panam ini akan belanja di toko milik Along. Selain harganya relatif murah, orangnya juga ramah. Kami sendiri belanja untuk kebutuhan warung kopi ini juga dari Along."Demikian kata Ny Yanti (29) pemilik warung kopi yang berjarak 50 meter sebelah kanan ruko Along dalam percakapan dengan Chaidir Anwar Tanjung dari detikcom di Pekanbaru, Selasa (4/5/2004).Menurut Yanti, di kedai Along selama ini sangat terbuka dengan konsumennya. Bagi yang berlangganan, konsumen diizinkan untuk mencari barang sendiri sesuai dengan yang dibutuhkan. Bila semuanya telah terpenuhi, barulah barang yang akan dibeli itu dibayar."Belanja di tempat Along itu kita bebas, terutama bagi yang berlangganan. Kita bisa mencari barang sesuai dengan yang kita butuhkan," kata Yanti.Ibu rumah tangga ini mengetahui ledakan itu sekitar pukul 03.30 WIB. Akibat ledakan di Ruko milik Along itu, rumah berdinding papan yang dia tempati sempat terjadi getaran. Mendengar ledakan itu, ia bersama suaminya yang masih terlelap tidur terpaksa terbangun."Saya terkejut mendengar ledakan itu. Langsung saya dan suami keluar rumah. Yang kami lihat ruko milik Along rubuh. Dari reruntuhan itu, kami mendengar suara wanita berteriak minta tolong," kata Yanti.Hingga saat ini, ledakan yang berasal dari rumah Along itu belum diketahui penyebabnya. Namun Kapolda Riau Brijen Deddy S Komaruddin untuk sementara menyimpulkan bahwa bahan peledak itu merupakan jenis C4 RDX Nitrat yang memiliki daya ledak tinggi.Sulit rasanya bila memprediksi ledakan itu berkaitan dengan persaingan bisnis. Sebab, toko seperti yang dimiliki Along itu, tentulah tidak satu-satunya di Pekanbaru. Sejumlah kabar yang berkembang menyebutkan, pemilik keempat pintu ruko itu adalah Samsidar yang konon suaminya warga negara Amerika.Namun kabar pemilik ruko itu milik warga Amerika itu dibantah Kapolda Riau. "Wah, kami belum tahu soal kabar itu. Jangan dikaitkan yang bukan-bukan. Setahu kami, milik ruko ini bukan warga asing," tukasnya.Meski demikian, jenis bahan peledak yang ditemukan di ruko Along itu, hampir sama jenis bahan peledak yang pernah terjadi di Bali dan Hotel JW Marriott.Bersamaan dengan itu, pada hari yang sama ini, sidang peledakan bom Bali dengan tersangka Sudik Doyo warga Blitar juga digelar oleh Pengadilan Negeri Pekanbaru di Gedung Darmawanita Riau, di jalan Diponegoro Pekanbaru.Dalam tuntutan pihak jaksa, Sudik Doyo selama ini pernah menyembunyikan dr Azahari dan Noor Din Moh Top di Pekanbaru setelah bom Bali meledak. Dalam tuntutan jaksa juga diketahui, misi komplotan Azahari adalah membela kepentingan Islam. Salah satu musuh yang mesti mereka hadapi adalah Amerika.
(sss/)











































