Sekitar pukul 18.45 WIB, Senin (24/1/2011), dua pengunjuk rasa yang sempat ditahan di Mapolres Jakarta Pusat tiba kembali di lokasi unjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Jakarta. Dua orang itu adalah Ketum PB HMI Nur Fajri dan anggota HMI, Muhamad Buhais.
"Tadi kami memang diperiksa, termasuk cek urine lalu dibuatkan BAP," tutur Fajri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bentuk represif. Kita menuntut permintaan maaf dari kepolisian," ujar Fajri.
Sedangkan Muhamad Buhais menuturkan perlakukan aparat kepolisian terhadap dirinya. "Saya tadi diinjak-injak karena coba menbantu teman yang dipukuli. Baju saya ditarik sampai robek lalu dimasukan mobil. Di dalam mobil masih dipukul," tuturnya.
Tidak lama kemudian, kerumunan pengunjuk rasa yang tinggal seratusan orang itu membubarkan diri. Ada yang naik metro mini dan sebagian lagi berboncengan sepeda motor. Lalu lintas jam pulang kantor sama sekali tidak terganggu.
Polisi juga mulai menarik pasukan. Tinggal petugas kebersihan memunguti ceceran sampah bekas makanan dan minuman yang ditinggalkan pengunjuk rasa.
(lh/Ari)











































