Pertemuan Gus Dur-Mega Batal, Sultan Kecewa Berat
Selasa, 04 Mei 2004 20:10 WIB
Yogyakarta - Hidangan sudah disiapkan, aparat TNI dan polisi sudah dikerahkan untuk pengamanan, tapi pertemuan Gus Dur-Mega batal. Sultan pun kecewa berat.Gus Dur lah yang membatalkan pertemuan itu. Mega sendiri sedianya sudah bersiap-siap bertolak dari Jakarta menuju Yogyakarta. Menurut jadwal, pertemuan berlangsung pukul 19.30 WIB, Selasa (4/5/2004) di Gedhong Jene Keraton Yogya Batal.Di depan Gedhong Jene tampak sudah dipasang tenda-tenda, ruangan pun sudah didesain protokoler, lengkap dengan pengamanan personel TNI dan polisi, serta intelijen.Bahkan sudah disiapkan acara makan malam besar dan prasmanan. Hebohnya lagi, berbagai menu favorit Gus Dur maupun Mega sudah tersedia, seperti tongseng otak sapi kesukaan Gus Dur."Saya kecewa dengan pembatalan ini. Keputusan pembatalan baru diketahui pukul 17.00 WIB," tukas Sultan yang mengenakan batik itu kepada wartawan dengan nada kesal. Ditegaskan dia, padahal dirinya hanya berfungsi sebagai mediator."Kalau sudah mengatakan iya, mbok bilang iya, jangan mencla-mencle. Kalau tidak bisa itu memberi tahu, minta maaf, wong Ibu presiden saja beri tahu," ujarnya dengan nada tinggi.Inilah keluh kesah Sultan:Kenapa pertemuan Gus Dur-Mega batal?Sampai tadi pagi mereka masih confirm untuk datang, dan undangan sudah dikirim sejak Senin kemarin, dan sudah sampai kepada yang bersangkutan.Kedua-duanya confirm akan hadir, tapi memang ada perkembangan. Pukul 15.00 WIB ada ketidakpastian, dan saya tadi telepon Ibu (Mega) kalau jam 5 sore mau hadir, dan saya pada pukul 14.30 WIB juga telepon Gus Dur menanyakan kepada Gus Dur: "Bagaimana, jadi ke Yogya tidak?" Gus Dur kemudian mengatakan: "Saya nunggu Ibu". Lalu saya bilang: "Mbak Mega jam 5 akan datang, dan itu sudah saya cek lewat telepon".Namun kemudian ada ketidakpastian pada Gus Dur. Saya tidak ngerti apa sebab-sebabnya. Dan saya tidak tahu keputusan pembatalan tersebut. Dan tadi sekitar pukul 17.15 WIB, protokol mengatakan: "Karena Gus Dur tidak datang, presiden batal, biarpun presiden sudah siap mau ke airport".Kalau diminta jadi mediator lagi bagaimana?Saya minta kepastian yang betul-betul, jangan sampai batal. Dan saya melihat Gus Dur sama Ibu kan tidak bisa ketemu. Dan pada waktu Gus Dur ke Yogya, ada berita kalau Mas Taufiq bertemu Gus Dur. Mas Taufik mengatakan kepada Gus Dur kalau Ibu mau ketemu.Namun kemudian para kiai mengatakan agar Gus Dur jangan ketemu Mega. Karena masalah itu, saya kemudian menjadi mediator untuk mempertemukan mereka berdua.Saya mengatakan: "Kalau perlu pihak ketiga demi kebaikan, ya sudah, akan saya lakukan, kalau Gus Dur minta ada mediator". Selanjutnya saya kemudian mengecek ke Ibu, dan memang perlu ada dialog.Untuk itu saya kemudian confirm dan berani membuat undangan pertemuan tersebut. Dan undangan itu sudah saya kirim Senin siang kemarin. Dan semua confirm akan datang.Dalam undangan itu, materi apa saja yang akan dibahas?Saya cuma berfungsi menjadi mediasi, dan dalam surat itu hanya ada permintaan bagaimana keadaan bangsa dan negara ini akan lebih baik.Apakah betul surat undangan sudah dibaca yang bersangkutan?Sudah, sudah bertemu, sudah dibaca yang bersangkutan, dan saya bisa telepon sendiri sama Ibu dan sama Gus Dur (dengan nada kesal). Kalau sudah mengatakan iya, mbok bilang iya, jangan mencla-mencle. Kalau tidak bisa itu memberi tahu, minta maaf, wong Ibu presiden saja beri tahu. Saya juga kecewa dengan pembatalan ini, dan setelah pembatalan tersebut, saya juga sudah telepon Ibu dan Ibu mengatakan: "Meski bukan saya yang membatalkan, saya juga jadi nggak enak sama Mas Sultan".Pertemuan ini sebenarnya juga menyangkut kepentingan bangsa, tetapi batal karena kepentingan individu. Katanya Gus Dur mau telepon, tapi sampai sekarang belum telepon, padahal Ibu sudah telepon saya.
(sss/)











































