SBY Bantah Militer di Belakang Tim Suksesnya

SBY Bantah Militer di Belakang Tim Suksesnya

- detikNews
Selasa, 04 Mei 2004 18:56 WIB
Bandung - Capres dari Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah keras, para pendukung dan tim kampanyenya melakukan 'operasi militer' untuk kesuksesan pencalonannya. Dia menilai tudingan itu fitnah. "Itu fitnah yang dilontarkan orang-orang yang tidak jelas. Saya tidak ingin menanggapi soal isu atau fitnah semacam itu," kata SBY ketika ditanya wartawan usai menghadiri Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) tentang Rekonsiliasi Nasional yang Bermartabat/I> di Ponpes Darut Tauhid, Jl Geger Kalong Girang Bandung, Selasa (4/5/2004) sore. Acara itu sendiri digagas oleh Rumah Nusantara dan FSAB, dan mengambil tempat di Ponpes asuhan kiai muda kondang, KH Abdullah Gymnastiar alias Aa' Gym. Aa' Gym sendiri datang pada pertemuan itu untuk memberikan taushiyah. Sejumlah pelaku sejarah juga datang seperti mantan Sesdalopbang dan Gubernur Jabar Sholihin GP, mantan Pangdam Siliwangi Letjen TNI (Purn) Mashudi dan lainnya. Selain itu, sejumlah anak dan cucu pelaku sejarah lain pun datang seperti Ilham Aidit (putra tokoh PKI Aidit), Sujono Kartosuwiryo (anak tokoh DI/TII Kartosuwiryo) dan lainnya.SBY lebih jauh menegaskan bahwa dirinya hanya akan berbicara soal kebenaran. "Itu yang justru harus disampaikan kepada rakyat," tegasnya. Dia juga mengimbau agar elit politik dan tokoh masyarakat tidak membuat bingung rakyat. Soal keberadaan anggota TNI sebagai tim sukses kampanyenya, SBY pun dengan tegas membantahnya. "Kalau pun ada, itu juga purnawirawan TNI. Dan jumlah yang purnawirawan ini dibandingkan dengan yang sipil, amat sedikit," tandasnya.Hadapi Masa DepanSementara itu, menyinggung soal ide rekonsiliasi nasional yang digulirkan FSAB itu, SBY dengan tegas menyatakan kegembiraannya. "Karena bagaimana pun juga, kita harus lebih menatap ke depan. Sejarah di belakang tetap kita pergunakan dan pelajari, agar kita tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang tidak perlu," katanya.Soal bentuk kebijakan rekonsiliasi itu sendiri, SBY menyatakan bahwa meski ide awal ini disambut baik maka dalam pelaksanaannya tetap memerlukan pijakan yang jelas dan jernih. "Yang penting, rekonsiliasi ini muncul dari kesadaran dan pemikiran rakyat Indonesia sendiri," tegasnya.MPR sendiri menurutnya sudah mengamanatkan tentang rekonsiliasi itu, termasuk dengan pembentukan Komisi Rekonsiliasi dan Kebenaran. "UU untuk itu sedang dalam pembahasan. Nanti format yang lebih finalnya kita lihat," papar SBY lagi.Yang jelas, konflik menurut mantan Menko Polkam ini, tidaklah patut untuk diwariskan dari generasi ke generasi. "Kalau kita sendiri tidak bisa arif melihat ke depan, maka bangsa ini akan selalu tertinggal," katanya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads