"Sekarang dua orang dibawa ke Polres Jakpus," kata Kapolres Jakpus Kombes Pol Hamidin di lokasi, Senin (24/1/2011) pukul 16.30 WIB.
Hamidin mengatakan, pihaknya akan memeriksa urine kedua pria ini. "Mau saya cek juga urinenya. Siapa tahu habis makai. Kita kalau anarkis harus ditindak tegas," ujarnya.
Pantauan detikcom pukul 16.30 WIB, sekitar 200-an mahasiswa ini masih berorasi di depan gerbang Silang Monas. Ratusan polisi berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sebuah mobil watercannon pun tampak terparkir di depan Istana. Atribut-atribut demo seperti bendera dari masing-masing organisasi mahasiswa yakni IMM, HMI, PMKRI, BEM Nusantara dan lainnya ikut dibawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
massa sempat dihalangi berdemo di depan Istana. Kemudian polisi menilai massa tidak melapor aksi unjuk rasa ke polisi. Padahal aksi sendiri sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
"Kita long march dari Tugu Tani ke depan Istana. Katanya tidak ada pemberitahuan dan kedua terlalu mepet ke gerbang Istana. Dua hari yang lalu kita juga sudah melapor," ujar Ton.
Menurut Ton, tiba-tiba saja sejumlah polisi menyerang para mahasiswa. Bentrokan pun terjadi. Ada dua orang temannya yang ditangkap polisi dan dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Bahkan ada beberapa polisi yang menginjak-injak Ketua Umum PB HMI Nur Fajriansyah.
"Kita nggak ada niat mau bentrok cuma orasi saja. Tanpa aba-aba kita direfresif. Ada 2 orang ditangkap. Kita diserbu posisinya chaos. Ya kita mundur," jelasnya.
Setelah mundur dan kondisi tenang kembali, massa kemudian berorasi lagi. Informasi yang diterima Ton, kedua temannya yang ditangkap kini sudah dilepaskan kembali.
(gus/nrl)










































