“Kami akan mengecek apakah crop circle itu asli atau palsu,” kata Ketua sekaligus pendiri UFO-IC, Michael Gumelar, itu saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1/2011).
Menurut dosen Universitas Multimedia Nusantara ini, tim yang juga dibantu relawan akan mengecek keaslian crop circle berdasarkan panduan yang sudah ada. Panduan tersebut berasal dari hasil penelitian para pemerhati UFO internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam panduan tersebut, kata Michael, disebutkan bahwa crop circle yang asli adalah hasil dari teknologi pemanasan. Hasil teknologi pemanasan ini sangat rapi, berbeda dengan buatan manusia yang biasanya lewat pemotongan.
“Kalau dipotong atau ditekan itu dari dekat itu kelihatan tidak rapi. Tapi kalau yang asli itu dengan teknik pemanasan tinggi, (terpotong) di satu titik sama semua,” kata Michael
Dia menyebutkan, untuk teknologi pemanasan yang bisa membuat struktur persawahan dalam waktu cepat itu belum bisa dilakukan oleh manusia di bumi. UFO-IC adalah komunitas pemerhati ruang angkasa, yang dalam kegiatannya juga penelitian dan dokumentasi. Saat ini, anggota UFO-IC sudah berjumlah 69 orang.
“Kita bukan kelompok yang emosional seperti orang pada umumnya. Kami mencari kebenaran. Makanya anggota kami tidak terlalu banyak,” kata Michael yang percaya ada kehidupan lain di luar bumi ini.
(lrn/nwk)











































