Sas-sus beredar, seniman yang menciptakan karya menghebohkan itu berasal dari Institut Seni Indonesia (ISI), yang memang terkenal gemar berkreasi. Mungkinkah begitu?
Menurut Mantan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Soeprapto Soedjono, kemungkinan bentuk itu dibuat oleh seniman ISI juga cukup besar. "Mungkin juga, kemungkinan itu besar," katanya saat berbincang dengan detikcom, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada pelajaran semacam itu, biasanya para dosen tidak akan serta merta memberi tugas kepada mahasiswa untuk membuatnya. Namun bukan tidak mungkin, para mahasiswa itu membentuk kelompok sendiri dan mencoba mempraktekkan apa yang diajarkan.
"Anak-anak di sini (ISI) kadang suka begitu. Itu sebagai bentuk ekspresi diri saja mungkin," kata pria yang kini menjadi dosen di Pasca Sarjana ISI ini.
Meski begitu, Soeprapto juga menduga crop circle yang kini menjadi tontonan warga itu bisa saja karena fenomena alam. "Bisa jadi juga itu fenomena alam yang tidak ada sentuhan manusia sama sekali," kata Soeprapto.
"Entah bagaimana terbentuknya. Jika yang terjadi begitu, itu bukan karya seni, karena karya seni itu harus ada sentuhan manusia," lanjut dosen Fakultas Seni Media Rekam ini.
Lingkaran 'UFO' yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, DIY sejak Minggu kemarin. Mereka heran melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran, padahal lingkaran itu belum ada pada Sabtu (22/1) lalu.
Lingkaran itu terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm. Lingkaran itu hingga kini masih misterius. Sejumlah ahli percaya crop circle itu buatan manusia.
(ken/nrl)










































