Ksatria Berpedang Sambut Delegasi Forum Parlemen Asia Pasifik di Mongolia

Laporan dari Mongolia

Ksatria Berpedang Sambut Delegasi Forum Parlemen Asia Pasifik di Mongolia

- detikNews
Senin, 24 Jan 2011 10:14 WIB
 Ksatria Berpedang Sambut Delegasi Forum Parlemen Asia Pasifik di Mongolia
Ulaanbaatar - 6 Ksatria berbaju perang zaman kejayaan Genghis Khan berdiri tegak. Mereka membawa pedang dan badannya tegak. Keenam pria tersebut sengaja dipajang meski dihantam dinginnya udara untuk menyambut delegasi parlemen dari 17 negara anggota Forum Parlemen Asia Pasifik/Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF).

Saking dinginnya, keenam 'ksatria' yang berdiri di depan pintu State Palace, Ulaanbaatar, Mongolia, pada Senin (24/1/2011) pipinya menjadi kemerah-merahan.

Beberapa delegasi yang hadir untuk mengikuti upacara pembukaan pertemuan APPF menyempatkan berfoto bersama para 'ksatria' itu. Kendati menjadi objek foto, tidak ada senyum yang tersungging di wajahnya. Tanpa ekspresi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutan Presiden Mongolia Elbegdorj Tsakhia, yang dibacakan perwakilannya, Mongolia ingin lebih banyak berperan di kancah kawasan maupun internasional. Salah satu yang telah dilakukan yaitu mengutuk hukuman mati dan menandatangani moratorium tentang hukuman mati.

"Musim dingin yang keras membuat sulit. Terimakasih yang sudah bantu kami di pedalaman. Juga kepada PBB," ucap Tsakhia.

Dia menambahkan, parlemen adalah lembaga utama demokrasi. Karena itu, pertemuan antar parlemen di kawasan Asia Pasifik akan terus memegang peranan penting.

"Hari ini adalah hari kesembilan di bulan sembilan yang merupakan hari terdingin di Mongolia. Tapi kami ingin menyambut Anda semua dengan hangat," kata Tsakhia menutup pidato.

Sementara itu, PM Mongolia Batbold Sukhbaatar, dalam sambutannya menyebut demokrasi Mongolia masih muda. Meskipun ada pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen di masa demokrasinya, namun masih banyak masalah yang dihadapi rakyat Mongolia.

Pertemuan APPF yang digelar di Ulaanbaatar kali ini adalah yang ke-19. Sejumlah isu akan dibahas, antara lain masalah keamanan dan politik kawasan, ekonomi dan perdagangan, serta kerjasama regional.

Delegasi Indonesia antara lain diwakili oleh Hidayat Nur Wahid, Sidarto Danusubroto, Azwar Abubakar, Roy Suryo, Iqbal Alan Abdullah, Adisatrya Suryo Sulistio dan Litha Brent. (vit/nik)


Berita Terkait