Rumah bercat warna cokelat cream Blok A No.97 itu sekilas tampak memang seperti tak berpenghuni. Karena jika dilihat dari perabotan dan kontruksi bangunannnya, seperti baru saja selesai dibangun.
"Saya mendengar ada ledakan hebat di dalam rumah itu dua kali. Saya pikir itu adalah ledakan gas elpiji. Setelah itu polisi berdatangan, kata polisi itu ledakan memang dari gas elpiji, tetapi saat si pemilik rumah sedang memproduksi ekstasi," ujar warga setempat, Danang, kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (24/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli Muridu membenarkan peristiwa itu. Namun dia mengaku, belum mengetahui apakah di dalam rumah itu memproduksi ekstasi atau sabu. "Tetapi yang jelas narkotika. Saya sendiri belum masuk ke dalam rumah itu," katanya.
Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu Kapolres Jakarta Selatan. Ditanya apakah peristiwa ini membuat dirinya merasa kecolongan. Sebab, setelah meledak baru diketahui rumah itu memproduksi narkotika.
"Ini kan rumah baru selesai dibangun. Tidak lah, kami tidak kecolongan. Yang pasti satu orang korban ledakan bernama Julkifli dibawa ke RS Fatmawati. Kapolres juga akan datang ke lokasi siang ini," tegasnya.
(van/mpr)











































