RI Usulkan Pembahasan Perlindungan Buruh Migran di APPF

Laporan dari Mongolia

RI Usulkan Pembahasan Perlindungan Buruh Migran di APPF

- detikNews
Minggu, 23 Jan 2011 23:10 WIB
RI Usulkan Pembahasan Perlindungan Buruh Migran di APPF
Ulaanbaatar - Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke-19 digelar di Ulaanbaatar, Mongolia. Demi memperjuangkan TKI, delegasi parlemen Indonesia mengusulkan pembahasan perlindungan buruh migran dalam pertemuan tersebut.

"Salah satu yang penting dalam executive committee meeting sore ini adalah diterimanya usul Indonesia untuk ditambahkan dalam agenda. Salah satunya adalah pentingnya perlindungan buruh migran, seperti TKI atau TKW," ujar Ketua Badan Sama Antar Parlemen (BKSAP) Hidayat Nur Wahid.

Hal itu disampaikan politisi PKS ini kepada detikcom di Chinggis Khan Hotel, Tokyo Street, Ulaanbaatar, Mongolia, Minggu (23/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Draft resolusi usulan Indonesia lainnya adalah tentang perdamaian di semenanjung Korea, Timur Tengah dan pemanfaatan sumber daya alam di kawasan. "Usulan Indonesia diterima dengan aklamasi untuk dibahas lebih detil," sambung Hidayat.

Ditambahkan dia, dalam rapat yang digelar Minggu petang ini, disepakati Mongolia sebagai tuan rumah menjadi ketua drafting committee. Sedangkan Kanada menjadi wakilnya.

"Lalu saya interupsi. Untuk membahas 16 draf resolusi, kalau 2 pimpinan saja akan berat. Lagipula Asia tidak terwakili. Oke Mongolia
memang Asia, tapi dia kan bertindak sebagai tuan rumah," tutur mantan Ketua MPR ini.

Indonesia pun mengusulkan Malaysia menjadi wakil ketua. Pertimbangannya, agar Malaysia lebih aktif di dunia parlemen Asia
Pasifik. Selain itu, Kanada dan Malaysia sama-sama negara Commonwealth sehingga diharapkan ada komunikasi yang baik demi pembahasan usulan perdamain di Timur Tengah.

"Diharapkan pada 2012, di peringatan APPF ke-20 kita bisa sepakatiย  amandemen pada statuta sehingga bisa menghadirkan organisasi Asia Pasifik yang efektif dan efisien," tambah Hidayat.

Delegasi parlemen Indonesia yang datang ke APPF ke-19 selain Hidayat antara lain Laode Ida, Sidarto Danusubroto, Azwar Abubakar, Roy Suryo, Iqbal Alan Abdullah, Adisatrya Suryo Sulistio dan Litha Brent. Sebagian besar delegasi Indonesia tiba di Ulaanbaatar pada Minggu sore. Temperatur udara yang sangat dingin, minus 23 derajat Celcius, menyambut kedatangan mereka.

(nvt/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads