"Salah satu yang penting dalam executive committee meeting sore ini adalah diterimanya usul Indonesia untuk ditambahkan dalam agenda. Salah satunya adalah pentingnya perlindungan buruh migran, seperti TKI atau TKW," ujar Ketua Badan Sama Antar Parlemen (BKSAP) Hidayat Nur Wahid.
Hal itu disampaikan politisi PKS ini kepada detikcom di Chinggis Khan Hotel, Tokyo Street, Ulaanbaatar, Mongolia, Minggu (23/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan dia, dalam rapat yang digelar Minggu petang ini, disepakati Mongolia sebagai tuan rumah menjadi ketua drafting committee. Sedangkan Kanada menjadi wakilnya.
"Lalu saya interupsi. Untuk membahas 16 draf resolusi, kalau 2 pimpinan saja akan berat. Lagipula Asia tidak terwakili. Oke Mongolia
memang Asia, tapi dia kan bertindak sebagai tuan rumah," tutur mantan Ketua MPR ini.
Indonesia pun mengusulkan Malaysia menjadi wakil ketua. Pertimbangannya, agar Malaysia lebih aktif di dunia parlemen Asia
Pasifik. Selain itu, Kanada dan Malaysia sama-sama negara Commonwealth sehingga diharapkan ada komunikasi yang baik demi pembahasan usulan perdamain di Timur Tengah.
"Diharapkan pada 2012, di peringatan APPF ke-20 kita bisa sepakatiย amandemen pada statuta sehingga bisa menghadirkan organisasi Asia Pasifik yang efektif dan efisien," tambah Hidayat.
Delegasi parlemen Indonesia yang datang ke APPF ke-19 selain Hidayat antara lain Laode Ida, Sidarto Danusubroto, Azwar Abubakar, Roy Suryo, Iqbal Alan Abdullah, Adisatrya Suryo Sulistio dan Litha Brent. Sebagian besar delegasi Indonesia tiba di Ulaanbaatar pada Minggu sore. Temperatur udara yang sangat dingin, minus 23 derajat Celcius, menyambut kedatangan mereka.
(nvt/asy)











































