Mochtar Pabottingi: Para Capres Lakukan Politik Dagang Sapi
Selasa, 04 Mei 2004 13:55 WIB
Jakarta - Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottingi menilai saat ini telah terjadi politik dagang sapi dalam upaya koalisi yang dilakukan calon presiden untuk mencari tokoh yang akan mendampinginya sebagai calon wakil presiden."Saat ini telah terjadi lagi politik berdagang sapi. Mereka hanya mengejar bagaimana agar bisa berkuasa. Dan bagi mereka menjual prinsip tidak jadi soal. Itu salah satu sebab mengapa NU sekarang ini begitu diperebutkan," ujar Pabottingi.Menurut Pabottingi, saat ini ada indikasi para calon presiden mencari cawapres dengan pertimbangan pragmatis, yakni melihat figur ata ketokohan tanpa track reccord. Dalam prosesnya para capres tidak mencari program atau platform, tapi bagaimana supaya bisa menjadi presiden. "Ini fenomena yang memang sangat buruk dan sedang terjadi saat ini," katanya kepada detikcom usai menjadi pembicara dalam diskusi 'Pemilu 2004 dan Arah Demokrasi di Indoensia' di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/5/2004).Masyarakat, menurut peneliti senior LIPI ini, sebaiknya mengkritisi hal ini dengan cara memilih capres yang jelas program dan platformnya. "Pilih capres yang masih menghormati program dan setia pada komitmen serta prinsipnya."Sementara dalam acara diskusi Pabottingi sempat menyinggung tentang fenomena diperebutkannya Ketua umum PBNU Hasyim Muzadi oleh parpol besar. "Banyak parpol yang ingin menggandeng Hasyim Muzadi. Padahal maaf saja saya buka di sini, jam terbangnya masih sangat kurang dalam bidang pemerintahan."
(gtp/)











































