"Pernyataan Nurdin Halid yang katanya PSSI baru akan lepas dari dana APBD tahun 2014, keliru dan tidak mendidik," kata Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho seperti dihubungi detikcom, Minggu (23/1/2011).
Menurut, Emerson, hal itu tidak selaras dengan keinginan pemerintah yang juga mendukung upaya penghentian dana APBD ke klub-klub sepak bola profesional. "Itu sama saja dengan membiarkan korupsi terus menggerogoti PSSI selama 2 tahun," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin mengatakan baru 2014 diharapkan PSSI bebas APBD. Ini berarti dua tahun lebih lambat dibandingkan imbauan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
"Mari kita harapkan ke depannya klub-klub sepakbola profesional bisa lebih baik lagi. Dan nantinya pada 2014 sudah dapat melepaskan diri dari pendanaan APBD," ujar Nurdin.
Sebelumnya, Mendagri menegaskan bahwa penggunaan dana APBD untuk klub-klub sepakbola profesional tidak lagi diperbolehkan. Ia menargetkan di tahun 2012 tak ada lagi klub yang dapat subsidi dari APBD.
Penggunaan dana APBD oleh klub-klub sepakbola dianggap sebagai sesuatu yang tidak pantas dan rawan dikorupsi, dan oleh karena itu harus segera dihentikan.
"Jadi kita akan bersepakat ke depan, klub-klub profesional tidak boleh ladi dibantu APBD. Karena dia harus mandiri. Namanya juga profesional. Profesional itu boleh mencari dan mendapatkan uang," tegas Gamawan, Rabu (19/1) lalu.
Saat ini sebagian besar klub yang mengikuti kompetisi Indonesian Super League (ISL) yang dikelola PSSI masih "menetek" pada APBD. Tiga yang berhenti memakainya, Persibo, PSM dan Persema, memilih pindah ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang menyatakan bebas dana APBD.
(feb/fay)











































