"Kami masih mengupayakan penyelidikan, untuk mencari keberadaan lukisan tersebut. Kita juga mengupayakan informasi dari salah seorang kolektor untuk membantu mencari lukisan," kata Kapolsek Menteng, AKBP Djuwito Purnomo kepada detikcom di sela-sela unjuk rasa massa HTI di Monas, Jakarta, Minggu (23/1/2011).
Djuwito berharap, lewat keterangan si kolektor, lukisan asli mendiang Basoeki Abdullah bisa diketahui keberadaannya. Namun keterangan si kolektor belum bisa dimintai sekarang, karena kolektor itu masih sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jikalau dari keterangan kolektor, diketahui lukisan itu telah ada di tangan kolektor yang lain, Djuwito meminta lukisan asli itu dikembalikan. "Kita berharap lukisan itu dapat dikembalikan dengan ikhlas karena merupakan benda bersejarah," ucapnya.
Untuk mengetahui keberadaan lukisan asli memang tergolong sulit. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi-saksi. Selain putri Bung Hatta, Meutia Hatta, polisi juga meminta keterangan pembantu rumah tangga yang sekarang.
Keluarga Bung Hatta menduga kemungkinan keterlibatan pembantu yang sebelumnya. Namun, setelah polisi menelusuri jejak pembantu yang lama, polisi kehilangan jejak.
"Kalau keluarga sih ada kecurigaan ke mereka, tapi saat kita mengecek dan mencari sampai ke Jawa, nggak jelas kemana," tuturnya.
Seperti diketahui, keluarga Bung Hatta melapor ke Polsek Menteng pada Senin (27/12/2010). Mereka melaporkan kehilangan lukisan mastro Basoeki Abdullah yang berada di rumah proklamator Bung Hatta, Jalan Diponegoro 57, Jakarta Pusat. Pelaku mengganti lukisan asli dengan yang palsu untuk menutupi aksinya. Rumah asli Bung Hatta ini sekarang ditinggali anak bungsu Bung Hatta, Halida Hatta.
Keluarga sadar jika lukisan yang asli hilang pada bulan November 2010. Namun tidak diketahui persis kapan lukisan ini mulai diganti dengan yang palsu.
(gun/fay)











































