Kericuhan pada Sabtu (22/1) kemarin dimulai dengan masuknya sekelompok orang tidak dikenal bersenjata badik dan parang pukul 24.00 Wita. Muswil ini digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memilih ketua baru Pemuda Muhammadiyah Makassar.
"Saat sidang, tiba-tiba ada sekelompok orang yang tidak dikenal masuk mengacaukan persidangan. Mereka sambil mengacung-acungkan badik dan parang," kata salah seorang pimpinan sidang Muswil Pemuda Muhammadiyah Sulsel, Syamsuriyadi ketika dihubungi detikcom, Minggu (23/1/2010).
Syamsu bercerita, sekelompok orang itu lalu memukul Umur Sadik, yang merupakan salah seorang panitia acara. Umar dipukuli karena bermaksud meminta massa untuk keluar ruangan.
Umar dikeroyok dan kepalanya dibenturkan ke tembok.
Usai mengeroyok Umar, sekelompok orang itu lalu keluar ruangan. Umar yang kesakitan usai dipukuli, langsung dibawa ke RS Faisal, Makassar.
"Kita bawa ke rumah sakit, karena takut ada pendarahan dalam," kata Syamsu.
Syamsu menduga, sekelompok orang yang mengacaukan sidang itu protes karena panitia menganulir hak pilih salah seorang peserta karena diduga mencatut perwakilan wilayah tertentu.
"Diduga karena persoalan pemilihan kandidat perserta, karena ada peserta yang dianulir panitia karena kemungkinan dia bukan asli mewakili daerah yang dia sebutkan," terang Syamsu.
Sementara itu, kondisi Umar yang dirawat di RS kini mulai membaik. Ia mengaku kepalanya masih sedikit pusing, dan masih berbarikng di tempat tidur.
(gun/fay)











































