"PNPM Mandiri bukan hanya sekedar membagikan dana BLM saja kepada masyarakat. PNPN Mandiri merupakan wadah pembelajaran bagi masyarakat terhadap nilai dan etika yang luhur di mana masyarakat dibimbing untuk membangun kemitraan," jelas Agung Laksono.
Hal itu diungkapkan Agung pada acara penyerahan BLM progran PNPM Mandiri di Desa Bratayuda, Kecamatan Brambangan Umpu, Kabupaten Waykanan, Lampung, Sabtu (22/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu Lampung juga mendapatkan bantuan program beras bersubsidi bagi keluarga miskin (Raskin). Untuk Lampung, mendapatkan pagu Raskin sebesar 133,198 ton yang akan dibagikan ke 739 rumah tangga sasaran (RTS).
"Saya harap, penyaluran raskin ini terus diperbaiki, sehingga pagu Raskin dapat terserap 100 persen dan tepat sasaran pada akhir tahun 2011 nanti," katanya.
Untuk meningkatkan membantu meningkatkan usaha mikro dan kecil, Menko Kesra juga telah menyalurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,02 triliun untuk 85.319 debitur. Para debitur itu, mendapatkan rata-rata kredit sebesar Rp 8,5 juta.
"Melalui KUR ini, saya harap dapat mengurangi ketergantungan bagi pengusaha UMKM dan koperasi para rentenir dan mendorong peluang munculnya usaha baru serta menurunkan pengangguran,' jelasnya.
Agung berharap, bank lain dapat mendukung program tersebut. "Dengan demikian maka usaha mikro dapat terus berkembang sehingga kesejahteraan masyarakat rakyat meningkat," katanya.
Lebih jauh Agung berharap, dengan adanya program PNPM itu, angka kemiskinan dapat menurun hingga 10 persen di tahun 2014. Agung mengklaim, pada tahun 2010 lalu, tingkat kemiskinan menurun sebesar 13,33 persen.
"Sementara tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2004 sebesar 9,9 persen, maka pada tahun 2010, turun menjadi 7,41 persen," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan Sujana Ro'yat mengungngkapkan, dana PNPM itu akan terus diawasi hingga sampai ke tangan masyarakat. Jika ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut, masyarakat disarankan untuk melapor.
"SMs ke Kesra di nomor 085880001949 kalau ada yang tidak beres. Jika berasnya jelek, jangan diterima," kata Sujana. (mei/ape)










































