"Bangka Belitung ini pada jangka panjangnya tidak bisa mengandalkan pada timah saja. Itu suatu perhitungan atau studi yang sudah banyak dilakukan yang saya dengar juga dari berbagai kalangan," ujar Wakil Presiden Boediono dalam kunjungan kerjanya ke Babel, Sabtu (22/1/2011).
Wapres menjelaskan, timah merupakan sumber daya alam yang akan tidak bisa diperbaharui kembali. Lagi pula, harga bahan tambang ini juga relatif tidak stabil di pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono menyarankan supaya Pemerintah Provinsi harus mulai memikirikan rencana jangka menengah untuk mensiasati hal ini. Jangan sampai karena terlena dengan kekayaan alam timah, Pemprov melupakan kegiatan ekonomi lainnya.
"Pemikiran ini harus mulai dari sekarang, jangan sampai terlambat dan tentunya ini ada kemungkinan yang cukup banyak bagi Babel untuk survive dan mempunyai suatu jalur pembangunan yg berkelanjutan nanti," beber Boediono.
Boediono melihat, bidang perikanan, perkebunan dan pariwisata adalah sektor yang sangat menjanjikan. Ia meminta agar pemprov Babel mulai serius untuk menata sektor-sektor tersebut.
Contohnya dalam sektor perikanan, dengan kekayaan laut yang dimiliki, bidang ini cukup menarik untuk digeluti. Pariwisata Babel juga saat ini sudah terkenal, apalagi melalui promosi film 'Laskar Pelangi'.
"Apa lagi baru-baru ini ada pementasan Laskar Pelangi. Ini semua mata tertuju pada Bangka Belitung, bukan hanya di Indonesia, ternyata di luar Indonesia juga mulai menjadi perhatian," ungkap Boediono.
(mok/ape)











































