Pengacara Sayangkan Ada Pihak Yang Manfaatkan Nama Susno

Pengacara Sayangkan Ada Pihak Yang Manfaatkan Nama Susno

- detikNews
Sabtu, 22 Jan 2011 17:50 WIB
Pengacara Sayangkan Ada Pihak Yang Manfaatkan Nama Susno
Jakarta - Pengacara Komjen Pol Susno Duadji, Henry Yosodiningrat menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan kliennya. Beberapa kali omongan Susno dipelintir untuk kepentingan pihak tertentu.

"Kadang-kadang ada yang berkunjung dan memiliki kepentingan sendiri. Mereka bawa kepentingannya sendiri," ujar Henry saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (22/1/2011).

Henry menyatakan, setiap orang yang berkunjung ke Rutan Brimob untuk menjenguk, kliennya tidak pernah menolak. Siapapun dan dari mana pun, Susno selalu menerima tamu dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menyayangkan hal itu bisa terjadi, Pak Susno kan orangnya positif thinking dia selalu menerima siapa saja. Orang jauh-jauh datang masa tidak diterima, tapi ternyata begini hasilnya," ungkap Henry.

Menurut Henry, wajar bila banyak pihak yang ingin memanfaatkan sosok Susno. Semua itu boleh saja, asalkan jangan sampai merugikan Susno.

"Saya kasihan sama dia, ada pihak lain yang ingin ngomong sesuatu seolah-olah dari Pak Susno. Saya lagi yang harus meluruskan," tukas pengacara senior ini.

Sebelumnya, melalui Henry, Susno mengklarifikasi pernyataan Penasehat Indonesia Police Watch (IPW) Johnson Pandjaitan terkait uang Rp 74 miliar milik Gayus Tambunan. Henry menyatakan, Susno tidak tahu menahu soal harta Gayus senilai Rp 74 miliar.

Sementara, usai menjenguk Susno di Rutan Brimob, Kelapa Dua, Depok, Johnson mengatakan bahwa Eks Kabareskrim itu mengetahui asal usul harta Rp 74 miliar. Kata Susno, Rp 74 miliar bukan milik Gayus, melainkan uang yang harus dibagi-bagikan.

"Yang Rp 74 miliar juga disebutkan. Disebut-sebut yang Rp 74 miliar bukan uang Gayus," kata Johnson.

Dikatakan dia, Susno mengaku uang tersebut yang seharusnya dibagi-bagi. "Di sana, Pak Susno tidak melanjutkan lagi," ujar Johnson.

Sementara saat akan dikonfirmasi detikcom, Johnson tidak mengaktifkan telepon selularnya.

(ape/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads