Departemen Kehakiman AS seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/1/2011) menyatakan, Glenn Shriver asal Grand Rapids, Michigan mengaku bersalah pada 22 Oktober lalu atas satu dakwaan konspirasi untuk menyampaikan informasi pertahanan nasional ke orang yang tidak berhak menerimanya. Pria berumur 28 tahun itu diadili di pengadilan distrik AS di Virginia.
Otoritas menyatakan, Shriver telah melakukan kontak dengan agen-agen intelijen China saat dirinya menempuh studi di China pada tahun 2004 silam. Atas permintaan agen-agen intelijen China tersebut, Shriver pernah mencoba melamar pekerjaan di badan intelijen AS, CIA. Shriver pun pernah berdusta saat mengisi kuisoner perekrutan kerja CIA dengan tidak mengakui soal perjalanan ke China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Shriver menjual negaranya dan berulang kali mengupayakan posisi di komunitas intelijen kita sehingga dia bisa memberikan informasi rahasia kepada RRC," ujar Jaksa AS, Neil MacBride.
"Upaya-upaya untuk meraih akses ke informasi sensitif merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional kita," imbuhnya.
MacBride pun menekankan akan terus mencari dan menghukum mereka yang mencoba mengkhianati negara.
(ita/ita)











































