Awas Jebakan Oli di Pembatas Trotoar di Sudirman

Awas Jebakan Oli di Pembatas Trotoar di Sudirman

- detikNews
Sabtu, 22 Jan 2011 15:39 WIB
Awas Jebakan Oli di Pembatas Trotoar di Sudirman
Jakarta - Tak cuma bus yang suka ngetem sembarangan, para penumpang pun juga senang menyetop angkutan umum sembarangan, tak peduli ada tanda dilarang berhenti. Mungkin ini yang menyebabkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melumuri rantai pembatas trotoar dengan oli.

Hal itu dapat dijumpai di rantai pembatas trotoar yang ada di Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M, tepatnya di sekitar Stasiun Sudirman. Pembatas trotoar di lokasi itu berwarna hitam penuh dengan oli.

"Itu sudah sekitar sebulan yang lalu dilumuri oli oleh petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Biasanya seminggu sekali mereka ngasih oli ke rantai pembatas itu," kata Aziz, salah satu penjual koran yang mangkal di Stasiun Sudirman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu diceritakan Aziz saat detikcom melihat rantai berlumur oli itu, Sabtu (22/1/2011). Namun Aziz tidak mengetahui persis, apa alasan petugas Dishub DKI Jakarta memberi oli. "Kalau maksudnya apa, saya juga kurang tahu, Mas," katanya.

Namun sebelum pembatas itu dilumuri oli, orang-orang sering sekali menerobos hanya sekadar untuk menyetop dan menaiki bus kota. Padahal jelas-jelas di lokasi itu terdapat tanda dilarang berhenti atau S coret.

"Mungkin biar orang nggak naik bus dari sini kali ya Mas, soalnya dulu orang suka naik bus dari sini dan bus ngetem di sini. Jadi bikin macet," kata Aziz.

Dan sejak pembatas itu dilumuri oli, orang-orang yang terbiasa menerobos menjadi sangat berkurang. Mereka memilih menghindari pembatas itu dari pada tangannya atau bajunya terkena oli yang berwarna hitam.

"Sekarang sih sudah jauh berkurang, orang males kena oli kali ya," kata Aziz.

Sementara itu menurut Ito, salah satu karyawan perusahaan asuransi di Jalan MH Thamrin, oli itu untuk mencegah orang menyeberang sembarangan. " Di situ juga orang suka menyeberang sembarangan, padahal kan berbahaya. Sejak ada oli sekitar satu bulan yang lalu, jadi berkurang," katanya kepada detikcom.

(ken/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads