Pengakuan Gayus Bisa Jadi Celah Usut Kasus IT KPU

Pengakuan Gayus Bisa Jadi Celah Usut Kasus IT KPU

- detikNews
Sabtu, 22 Jan 2011 14:02 WIB
Jakarta - Pengakuan Gayus Tambunan usai divonis 7 tahun dinilai merupakan celah untuk mengusut kasus IT KPU yang kini terhenti. Jaksa Cirus Sinaga adalah satu dari beberapa orang yang banyak mengetahui kasus tersebut.

"Karena pengakuan Gayus kemarin, IT KPU terbuka peluangnya untuk dibuka," ujar Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat,Β  susai acara diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu(22/1/2011).

Menurutnya kasus tersebut dapat terungkap melalui jaksa Cirus Sinaga. Pasalnya, Cirus memiliki banyak informasi tentang mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, yang sebelumnya sangat getol untuk mengungkap kasus IT KPU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan-jangan Cirus punya informasi soal itu, karena dia tahu banyak soal Antasari. Apalagi sekarang penyelidikan soal IT KPU terhenti, padahal itu sudah merugikan negara," jelasnya.

Lebih jauh, Martin mengatakan Jaksa Cirus merupakan tokoh kunci dalam benang kusut perkara mafia pajak dan hukum yang selama ini mencoreng hukum Indonesia.

"Cirus itu kunci, selain Gayus tentunya," tandasnya.

Pada tahun 2009, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan korupsi terkait proyek IT KPU. Di dalam perkembangannya, ditemukan pemborosan di dalam proyek tersebut.

"Ada pemborosan dan keseragaman merek," kata Direktur Gratifikasi KPK, Lambok Hutahuruk, di Gedung KPK, Selasa (25/8/2009).

Dari segi aspek pelaksanaan, kata Lambok, terdapat juga ketidakoptimalan dalam aplikasi di daerah. Hal ini terjadi karena KPU terlalu terburu-buru dalam menjalankannya.

Saat ini, kata ketua tim peneliti kasus KPU tersebut, laporan dugaan pelanggaran sedang diolah. Nantinya, tim akan melapor pada pimpinan KPK soal rencana penyelasaian kasus ini.

"Sekarang kita sedang kumpulkan informasi di KPU pusat dan uji petik di 8 daerah. Kita ingin lihat bagaimana proses tender di daerah juga," jelasnya.

Lambok menegaskan, pihaknya akan fokus pada dugaan penyelewengan dalam proses tender murni. Nilai proyeknya mencapai Rp 50 miliar.


(fjr/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads