Demikian siaran pers yang disampaikan relawan Pospertki PDI Perjuangan Korwil Arab Saudi kepada detikcom, Sabtu (22/1/2011). Rencana pemulangan Imas juga ditembuskan kepada sepupunya yang saat ini ada di Kota Jeddah, Sumiati.
Walaupun masih dipenuhi keraguan, Sumiati menyambut positif informasi tersebut. Pemulangan Imas, yang bekerja di Kota Yanbu, sering disampaikan pihak majikan. Namun kenyataannya hingga saat ini tidak juga dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini pihak keluarga hanya bisa berusaha dan berdoa semoga akhir bulan Januari, Imas Binti Amar benar-benar dipulangkan," ujar Sumiati kepada pimpinan Korwil dan Pospertki.
Korwil serta Pospertki PDI Perjuangan menyatakan, akan meminta KJRI Jeddah agar Imas jangan hanya dipulangkan, melainkan hak-haknya, khususnya gaji 6 tahun itu, harus dicairkan oleh pihak majikan.
"Kami akan terus mendampingi, memperjuangkan, dan memantau kasus ini hingga tuntas," ujar para pimpinan Korwil dan Pospertki PDI Perjuangan Arab Saudi yang menerima pengaduan Imas pada 1 Januari lalu.
(lrn/lrn)










































