Israel Kepung Kantor Arafat
Selasa, 04 Mei 2004 11:25 WIB
Jakarta - Pasukan Israel mengambil posisi di sekitar gedung kantor Presiden Palestina Yasser Arafat di kota Ramallah, Tepi Barat, Selasa dini hari waktu setempat. Kendaraan-kendaraan militer Israel mengepung kompleks kantor Arafat dan tentara Israel mengambil alih gedung-gedung yang letaknya di seberang markas Arafat.Demikian diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (4/5/2004). Militer Israel belum bisa dimintai keterangannya. Sebelumnya dilaporkan bahwa kendaraan tentara Israel telah memblokir pintu masuk menuju kantor Arafat, sejak Senin (3/5/2004) malam waktu setempat. "Tentara Israel yang mengendarai 15 jip mendekati kearah kantor presiden Palestina dan memblokir tiga pintu masuk menuju gedung itu," ujar penasihat Arafat, Nabil Abu Rudeina, yang khawatir pemblokiran itu sebagai persiapan untuk menyerbu.Arafat telah tertahan di markasnya tersebut selama lebih dari dua tahun. Pemerintah Israel telah menyatakan bahwa pemimpin Palestina itu bebas untuk pergi namun mungkin saja tidak akan diizinkan untuk kembali ke markasnya.Baru-baru ini Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengancam bahwa Arafat bisa menjadi target pembunuhan Israel. Sharon menuturkan bahwa dirinya kini tidak lagi terikat pada janji yang pernah disampaikannya kepada Presiden AS George W Bush untuk tidak membahayakan Arafat secara fisik."Saya telah berjanji kepada Presiden George W.Bush dua tahun lalu bahwa saya tak akan menyerang Arafat, namun kini saya tak dapat memegang janji itu lagi dan Arafat tak lagi memiliki kekebalan," kata Sharon saat itu.Sementara itu di Jalur Gaza dini hari tadi, para warga setempat mengungkapkan bahwa tank-tank tempur dan buldoser Israel bergerak memasuki daerah-daerah Palestina di seberang pemukiman Yahudi, Ganei Tal. Kendaraan-kendaraan militer Israel itu pun mulai menghancurkan tanah-tanah pertanian dan memusnahkan bangunan-bangunan.
(ita/)











































