"Pemerintah Indonesia melalui kedutaan kita terus berkomunikasi dengan pemerintah Korsel dan perusahaan kapal. Itu untuk menyelamatkan para ABK yang disandera," ujar Juru Bicara (Jubir) Kemlu, Michael Tene dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Tene mengatakan, proses pembebasan 2 ABK ini masih terus berlangsung. Pihak Kemlu tak henti-hentinya melakukan monitor terhadap kasus ini. Ia juga memastikan jika kondisi kedua ABK ini dalam keadaan sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tene, perairan sekitar somalia memang rawan pembajakan. Mereka kerap melakukan pembajakan di wilayah perairan Efrat, Mesir.
Sebelumnya, dua WNI yang diketahui bernama Sonny Sanjaya dan Ufuk Megantoro menjadi korban penyanderaan bajak laut Somalia. Kapal yang mereka tumpangi dibajak pada Sabtu (15/1) saat tengah berlayar di Laut Arab.
Keduanya merupakan anak buah kapal MT Samho Jewelry Ant III yang mengangkut bahan kimia seberat 11.500 ton. Kapal yang berawak 24 ABK ini merupakan kapal milik perusahaan Korea Selatan, Sunjin Shipping Co LTD.
(gun/ndr)











































