DPR Akan Rapatkan Penolakan Gedung Baru

DPR Akan Rapatkan Penolakan Gedung Baru

- detikNews
Jumat, 21 Jan 2011 15:24 WIB
DPR Akan Rapatkan Penolakan Gedung Baru
Jakarta - Belum semua fraksi setuju rencana pembangunan gedung baru bagi DPR. Misalnya saja Gerindra dan Hanura. Untuk merespons penolakan itu, pimpinan DPR akan menggelar rapat.

"Terkait dengan sikap Gerindra dan Hanura, baru akan kita rapatkan pada rapat

pimpinan mendatang. Sebenarnya tidak masalah dengan perbedaan pendapat dari

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

fraksi mana pun, tapi harus sesuai dengan tata tertib yang ada," ujar Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/1/2011).

Politisi PAN ini menambahkan, selama masih ada perbedaan pendapat maka akan selalu diupayakan digelar rapat agar semuanya jelas.

Apakah PAN setuju dengan gedung baru? "Saya tidak mengatakan sepakat. Tapi sepanjang bisa dijelaskan ke publik, dan diekspos media serta ada efektivitas anggaran, maka bisa dipahami," tambah Taufik.

Menurutnya yang sekarang perlu dilakukan adalah sosialisasi. Dia pun mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan masyarakat untuk mengawasi.

"Sikap PAN tetap sama, selama belum ada efektivitas budgeting, ekspos ke media dan tidak transparan dan akuntabilitas, kami menolak," lanjutnya.

Taufik mengingatkan agar jangan sampai ribut-ribut masalah gedung baru membuat masalah lain seperti penanganan kesejahteraan menjadi terganggu. "Silakan saja mengawasi," tutup Taufik.

Luas ruang kerja tiap anggota DPR beserta stafnya direncanakan 156 meter persegi. Desain awal gedung berbentuk huruf U terbalik ini setinggi 27 lantai. Namun demikian belakangan ketinggian gedung sudah diperbanyak menjadi 36 lantai.

Penambahan tinggi lantai sebelumnya dijelaskan Sekjen DPR untuk menampung tenaga ahli anggota DPR yang bertambah. Masing-masing anggota DPR akan dibantu 1 asisten pribadi dan lima staf ahli.

Penambahan jumlah lantai juga diimbangi dengan penambahan pembantu wakil rakyat. Sebelumnya anggota DPR hanya didampingi seorang asisten dan dua orang staf. Sistem penganggaran dianggarkan selama tiga tahun anggaran dalam APBN 2010 (Rp 50 miliar), APBN 2011 (Rp 800 miliar), dan APBN 2012 (sisanya).

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads