Menurut Hillary, satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah itu adalah melalui perundingan. "Satu-satunya cara agar tercapai resolusi atas konflik... adalah melalui penyelesaian yang dinegosiasikan," ujar istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut.
"Kami tidak melihat aksi di PBB atau forum lainnya bermanfaat dalam mendatangkan hasil yang diinginkan," ujar mantan ibu negara AS itu kepada para wartawan di Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (21/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resolusi tersebut isinya mengutuk aktivitas pemukiman warga Israel dan menekankan tuntutan PBB selama ini agar semua proyek pembangunan pemukiman Yahudi dihentikan.
Hillary tidak berkomentar mengenai apakah AS akan memveto resolusi Palestina tersebut atau tidak.
Pembicaraan langsung antara pemerintah Israel dan Palestina kembali menemui kebuntuan pada September lalu. Hal itu terjadi setelah Israel menolak memperpanjang moratorium pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat.
Pemerintah Palestina bersikeras bahwa jika Israel terus melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi maka itu akan mengurangi peluang untuk mendirikan negara merdeka Palestina. Karena itu Otoritas Palestina menolak berdialog langsung dengan Israel jika proyek pemukiman itu tidak dihentikan Israel.
(ita/nrl)











































