"Itu lumrah dan bukan kebohongan. Karena kita punya rencana yang kita jalankan, akhir tahun kita evaluasi mana yang kita capai mana yang tidak," kata Presiden SBY dalam Rapimnas TNI di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (21/1/2011).
Di dalam kesempatan tersebut, dia memaparkan sejumlah target untuk dicapai bertahap. Di antaranya adalah pertumbuhan ekonomi 6,4 persen, inflasi 5,3 persen, jumlah rakyat miskinan diturunkan lagi 11,5 sampai 12,5 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dievalusasi, di antara sekian puluh sasaran tadi hampir pasti banyak yang dicapai dan hampir pasti pula banyak yang sepenuhnya tidak kita capai," sambung SBY.
Untuk mencapai sasaran itu, menurut SBY negara memerlukan dukungan sumber daya. Sebagai ilustrasi dia menggambarkan sebagai operasi tempur prajurit.
"Sebuah berigade ingin menyerang pertahanan musuh tentu memerlukan sumber daya prajurit dan bantuan logistik. Begitu ibaratnya," ujarnya.
Presiden membenarkan, saat ini memang masih banyak warga Indonesia yang berada di bawah garus kemiskinan. Namun dia yakin lambat tapi pasti, jumlah penduduk miskin bisa terus
berkurang.
"Ingat, saya tidak pernah mengatakan di negeri kita tidak akan ada kemiskinanan lagi.
Masih ada dan jumlah itu masih besar, meski menurun secara sistematis," tegasnya.
(anw/lh)











































