"Menyedihkan sekali beberapa pihak memanfaatkan pernyataan Gayus untuk menyerang balik Satgas (Pemberantasan Mafia Hukum) demi kepentingan politik jangka pendek," kata Bara Hasibuan kepada detikcom, Jumat (21/1/2011).
Menurut Bara, curhat Gayus itu tidak bisa dipercaya begitu saja. Selama ini, tingkah polah pria mantan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak itu selalu menunjukkan bahwa dirinya tidak layak dipercaya.
"Meninggalkan penjara dengan menyuap petugas, membuat identitas diri palsu dan telah melarikan diri ke luar negeri adalah fakta yang kita lihat. Ditambah lagi dengan kesaksiannya yang tidak konsisten di pengadilan. Dengan kenyataan-kenyataan tersebut lalu Gayus dipercaya begitu saja?" kata Bara.
Bara pun mengaku tidak habis pikir dengan sejumlah pihak yang seakan-akan menjadikan keterangan Gayus sebagai rujukan pembenaran. Pihak-pihak itu, menurut Bara, telah dengan sengaja memprovokasi publik untuk menunjukkan seakan-akan kasus Gayus hanyalah rekayasa.
"Kita sudah mendengar di persidangan bahwa Gayus mengakui tindakan pelanggaran hukum. Gayus juga mengakui menerima suap dari perusahaan-perusahaan untuk memanipulasi pajak," kata Bara.
Menurut Bara, sikap dan manuver pihak-pihak itu sangat bertentangan dengan semangat pemberantaan mafia hukum. Menjadikan kebohongan Gayus sebagai peluru untuk menyerang Satgas berakibat buruk pada upaya pemberantasan mafia hukum.
"Maka Presiden perlu mendorong percepatan pengungkapan perusahaan-perusahaan yang selama ini bekerja sama dengan Gayus dalam melakukan penggelapan pajak. Satu-satunya cara adalah melibatkan KPK agar proses ini lebih kredibel," kata Bara.
(ken/fay)











































