Komisi II DPR Seriusi Lima Mahasiswa UMI yang Hilang

Komisi II DPR Seriusi Lima Mahasiswa UMI yang Hilang

- detikNews
Senin, 03 Mei 2004 17:40 WIB
Makassar - Dialog antara Komisi II DPR dengan sivitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) sempat dikejutkan dengan histeris para mahasiswa. Komisi II DPR menindaklanjuti hilangnya 5 mahasiswa UMI. Pertemuan itu berlangsung di Aula Aljibra, kampus UMI, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (3/5/2004). Komisi II DPR yang hadir adalah Teras Narang dan Ferry Mursyidan Baldan. Dalam pertemuan itu, para mahasiswa menyampaikan fakta seputar penyerbuan polisi ke kampus itu. Menurut salah seorang mahasiswa, saat itu polisi menolak melakukan negosiasi dengan mahasiswa saat akan membebaskan Briptu Sudirman yang disandera mahasiswa. Akhirnya aparat kepolisian pun melakukan tindakan brutal. Saling lempar batu tidak dihindarkan. Para polisi masuk ke ruang-ruang kampus dan menangkapi para mahasiswa. Bahkan, para polisi itu tidak segan-segan memukuli para mahasiswa itu dengan gagang pistol. Darah pun bercecer di mana. Seorang mahasiswa juga menjelaskan bahwa saat ini ada lima mahasiswa yang masih hilang, tidak diketahui keberadaannya. Salah satu dari lima mahasiswa yang hilang itu, kata mahasiswa itu, tertembak di bagian dadanya. Namun, sekarang tidak tahu keberadaan mahasiswa itu. Atas hal ini, Teras Narang meminta kepada mahasiswa untuk melengkapi data-data para mahasiswa yang hilang itu. โ€œMohon dilengkapi datanya, dan kami akan menanyakan langsung kepada Kapolri dalam pertemuan hari Rabu nanti,โ€ kata Teras. Teras juga menyatakan, kasus penyerbuan Kampus UMI ini juga harus diusut tuntas. โ€œSemua polisi yang terlibat juga harus diadili,โ€ kata Teras. Dalam dialog antara pihak UMI dengan Komisi II DPR ini sempat ada teriakan histeris dari mahasiswa. Seorang mahasiswa histeris saat menceritakan pemukulan polisi terhadap dirinya. Pada kesempatan itu, para mahasiswa itu meminta agar Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban yang dilakukan anak buahnya. Seusai dialog, perwakilan Komisi II DPR ini juga meninjau lokasi penyerbuan polisi itu dan menyaksikan selongsong-selongsong peluru yang bertebaran. Di lokasi, juga tampak ceceran darah yang sudah mongering. Pecahan kaca juga masih berserakan. Setelah mengunjungi kampus UMI, para wakil rakyat ini kemudian meninjau RS Ibnu Sina, tempat para mahasiswa yang luka dirawat. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads