Demo di Bali, Mahasiswa Kecam Budaya Kekerasan Polisi

Demo di Bali, Mahasiswa Kecam Budaya Kekerasan Polisi

- detikNews
Senin, 03 Mei 2004 14:13 WIB
Denpasar - Aksi solidaritas terhadap insiden penyerbuan kampus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar juga digelar di Bali. Dalam aksinya pengunjuk rasa mengecam polisi yang hanya mampu berbicara dengan bahasa pentungan, pukulan, dan tendangan."Polisi telah mempertontonkan budaya kekerasan. Polisi hanya mampu berbicara dengan pentungan, pukulan, dan tendangan," demikian teriakan seorang pengunjuk rasa saat berorasi depan Mapolda Bali, Jl. WR Supratman, Denpasar, Senin (3/5/2004).Dalam aksinya massa juga menyanyikan berbagai lagu yang syairnya dipelesetkan untuk mengejek polisi. Antara lain; "Mana di mana, sumber bencana. Sumber bencana ada di marka polda", "Polisi bego, polisi bego", dan "Polisi mana saja, semua tak berguna".Massa yang terdiri dari 50-an mahasiswa yang menamakan diri "Aksi Anti-Kekerasan" ini memulai aksinya di depan kampus Universitas Udayana, Jl. Sudirman, mulai pukul 11.00 WITA. Kemudian, sekitar pukul 12.00 WITA, mereka bergerak ke depan Mapolda Bali dan menggelar aksinya selama sekitar dua setengah jam.Aksi mahasiswa ini diikuti beberapa elemen aksi, yakni Front Demokrasi Perjuangan Rakyat, Gerakan Mahasiswa Sosialis, Komunitas Demokrasi, dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia.Aksi yang mengecam tragedi UMI ini mendapat pengawalan ketat aparat. Massa sendiri gagal memasuki halaman Polda Bali. Sebab begitu massa mendekati mapolda, aparat langsung menutup pintu gerbang. (gtp/)


Berita Terkait