"Presiden harus bela Satgas jika tuduhan-tuduhan itu tidak benar. Presiden harus tegas," ujar Peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah ketika dihubungi detikcom Kamis (20/1/2011).
Menurut Febri, presiden bisa menilai apakah tuduhan yang dilayangkan ke satgas itu benar atau tidak. Hal itu bisa dilihat dari bukti-bukti yang sudah ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegasan presiden itu bisa dilakukan dengan mengatakan penilaiannya ke publik tentang satgas. "Presiden katakan saja, menurut dia penilaiannya bagaimana soal Satgas. Kalau memang tuduhan-tuduhan itu tidak benar, presiden tinggal katakan saja tidak benar," terang alumnus Fakultas Hukum UGM ini.
Seusai sidang putusan di PN Jaksel, Rabu (19/1/2011) kemarin, Gayus sempat menyampaikan curahan hatinya kepada wartawan di dalam ruang sidang utama Oemar Seno Adji.
Dalam curahan hatinya tersebut, Gayus menuding Satgas Pemberantasan Mafia Hukum telah mengarahkan dan mengalihkan isu dari mafia pajak yang kemungkinan melibatkan Dirjen Pajak atau mafia hukum yang kemungkinan melibatkan Cirus Sinaga, namun ditakutkan membongkar kasus Antasari.
Satgas dalam konferensi persnya Rabu (19/1/2011) kemarin membantah telah melakukan rekayasa terhadap kasus Gayus ini. "Terkait tuduhan Gayus bahwa Satgas menyuruh ke Singapura, tidak benar. Satgas tidak tahu menahu kalau Gayus ke Singapura. Dari data percakapan BBM, terlihat jelas, Satgas tidak tahu," kata anggota Satgas Mas Achmad Santosa dalam jumpa pers di Kantor UKP4, Jalan Veteran
III, Jakarta Pusat.
(adi/mad)











































