Langkah Uni eropa ini mengikuti langkah pemerintahan Swiss yang telah mengumumkan untuk membekukan ases Ben Ali. Begitu juga pemerintah Prancis yang telah melakukan pembokiran terhadap pergerakan aliran dana Tunisia yang mencurigakan.
Maja Kocijancic, Juru bicara Kepala bidang Hubungan Luar Negeri Uni Eropa menyatakan, Uni Eropa telah menyiapkan paket kebijakan untuk mengatasi situasi di Tunisia termasuk sanksi dan juga dukungan terhadap pembaharuan demokrasi dan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Mantan Presiden Tunisia Ben Ali dikabarkan mempunyai aset seperti real estate senilai 1,2 juta Pounds di Westmount, dekat Montreal, sebuah properti di Rue de Rhone di Jenewa dan jet Falcon 9000 parkir di bandara Jenewa.
Di Prancis, ada sebuah apartemen di kawasan mewah Rue du Faubourg Saint Honore di Paris senilai 37 juta euro, sebuah apartemen di resor ski Courchevel dan sebuah vila di Riviera Perancis. Aset-aset ini diduga adalah hasil korupsinya ketika memimpin Tunisia.
(adi/mad)











































