Pengerukan dilakukan oleh Bina Marga dengan menurunkan sebanyak empat alat berat, tiga di antaranya eskavator untuk membersihkan material yang ditinggalkan oleh arus banjir lahar dingin berupa lumpur, pasir dan batu.
Menurut Petugas Pelaksana Kebijakan (PPK) Bina Marga Magelang Budi Sudarman, batu-batu yang ditinggalkan oleh arus lahar dingin digunakan untuk menutupi lubang jalan Raya Magelang-Jogja yang telah tergerus separuh lebih oleh arus lahar dingin yang membawa material berupa batu, pasir dan lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudarman menegaskan menurut rencana Jum’at (21/01/2011) siang besok, petugas akan melakukan perbaikan jalan setelah ditimbun dengan batu-batu yang terbawa lahar dingin akan dicor (ditambal-red) agar arus lalu lintas di Jalan Raya Magelang-Jogjakarta tidak terganggu.
“Paling tidak besok jalur akan diterapkan buka tutup oleh petugas Satlantas Polres Magelang selama pengerjaan penambalan jalan yang tergerus. Sebab badan jalan secara otomatis karena tergerus akan menyempit jika dilalui banyak kendaraan,” tegas Sudarman.
Dari pantauan detikcom di lapangan, saat ini kondisi jalan setelah dibuka di badan jalan Raya Magelang-Jogja masih digenangi oleh air bercampur lumpur sisa-sisa banjir sehingga jalan dalam kondisi licin.
Arus lalu lintas terlihat agak lengang dan laju kendaraan beserta mobil yang melewati jalan Raya Magelang-Yogyakarta sedikit melambat karena di pinggir jalan sebanyak tiga eskavator masih bekerja untuk menepikan material.
Di tepi jalan yang tergerus sepanjang 35 meter oleh material lahar dingin dipasang sebanyak tiga portal berwarna kuning agar pengendara lebih hati-hati jika melewati jalan yang kini sudah dalam kondisi menyempit.
Hingga saat ini, listrik yang berada di sepanjang jalan Raya Magelang-Yogya Km 23 ini juga padam sehingga pengendara harus ekstra berhati-hati jika melewati jalan itu.
Ratusan warga saat terjadi banjir lahar dingin juga saat ini sudah tidak terlihat kembali. Petugas polisi satlantas Polres Magelang, Bantaun Komunikasi (Bankom) Kompak Merapi dan Tim SAR pun sudah tidak terlihat lagi.
Tiga portal penutup jalan saat terjadinya banjir lahar dingin juga sudah berada di tepi jalan, tepat di bagian jalan yang tergerus material lahar.
Hanya dua buah lampu senter berwarna merah dan berkedip saja sebagai tanda bahwa pengguna jalan agar tetap waspada dipasang di 150 meter sebelum melewati jalan raya (baik dari arah Magelang ke Jogja maupun dari Jogja ke Magelang-red) yang aspalnya tergerus oleh meterial lahar dingin. (mad/mad)











































