Jalan Raya Magelang-Jogja Km 23 juga sudah tergerus terjangan lahar dingin yang membawa material batu, lumpur dan pasir separuh lebih.
Kondisi ini dikeluhkan oleh petugas lapangan Bina Marga Bambang (52) saat ditemui detikcom disela-sela banjir lahar dingin yang sampai saat ini menutup jalan Raya Magelang Km 23 sejauh 700 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bongkahan aspal jalan yang tergerus sudah membentuk lubang curam setinggi 25 meter lebih. Namun upaya Bina Marga untuk menambal jalan yang merupakan jalan utama dari Semarang-Magelang-Jogjakarta itu belum bisa dilakukan karena banjir terus terjadi.
“Tadi siang sebelum hujan dan banjir rencana akan kita cor (tambal-red) tetapi sekarang malah banjir mau bagaimana lagi,” tegas Bambang.
Bambang menambahkan, sudah ada wacana untuk melakukan pembangunan jembatan di Jalan Raya Magelang-Jogja yang sudah tergerus separuh lebih. Namun semua itu masih dalam upaya pembahasan, terutama apa saja kelemahan dan kelebihannya.
“Masih dirapatkan dan dibicarakan bagaimana kelanjutannya kami yang di lapangan masih menunggu,” tegas Bambang.
Saat ini, setelah banjir mereda, Bina Marga beserta petugas Satlantas Polres Magelang berusaha untuk melakukan pengerukan kembali jalan Raya Magelang-Jogja yang tertimbun material serta dilewati arus banjir lahar dingin.
Kasatlantas Polres Magelang AKP R. Widiyanto saat ditemui detikcom di sela-sela pengerukan jalan menyatakan untuk saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bina Marga untuk melakukan pembersihan.
“Diharapkan malam ini kita berusaha secepatnya untuk melakukan proses pembukaan,” tegas R. Widiyanto kepada detikcom.
Dari pantauan detikcom, arus lalu lintas dialihkan dari arah Muntilan, Magelang menuju ke Kali Bawang dan ke arah Kulonprogo. Alasannya, di Kecamatan Ngluwar sebuah bus Ramayana jurusan Jogja-Semarang terjebak kubangan lumpur di sebuah selokan sehingga arus lalu lintas diarahkan polisi satu jalur bagi pengguna jalan dari arah Jogja menuju ke Magelang.
“Ada bus Ramayana yang terjebak di selokan sehingga jalur alternatif yang melewati kecamatan Ngluwar macet hingga tujuh kilometer,” tegas Habib, salah seorang warga Ngluwar kepada detikcom.
Sampai malam ini, jalur Magelang-Jogjakarta masih dialihkan jalurnya namun banyak pengguna sepeda motor yang menerobos tiga buah marka yang dipasang oleh polisi. Mereka rata-rata ingin menyaksikan bagaimana terjadinya banjir lahar dingin yang menerjang Kali Putih sampai menutup jalan Raya Magelang-Jogja.
(mad/mad)










































