"Saya tidak bisa komentar soal itu," kata Julian saat dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Julian Aldrin Pasha, akademisi yang kini menjadi juru bicara Presiden SBY mendapat tambahan jabatan. Doktor politik dari sebuah universitas di Jepang ini didapuk sebagai komisaris Petrokimia Gresik, sebuah perusahaan pupuk milik BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut jajaran baru komisaris di BUMN sebagaimana data yang didapatkan detikcom, Kamis (20/1/2011):
Pupuk Kaltim:
* Pandu Djayanto
* Bambang Tjahyono
* Antonius
* Panggah Susanto
* Hari Priyono
Pupuk Kujang:
* Udhoro Kasih
* Parluhutan Hutahaean
* Noor Sutrisno
* Winarno Tohir
* Lexy
Petrokimia Gresik:
* Sumaryo Gatot
* Mustofa
* Imam Apriyanto
* Julian Pasha
* Romulo Simbolon
Pupuk Iskandar Muda:
* Benny W
* Hasballah Saad
* Humam Hamid
* Dadang Heru
* A. Fadiel
Anak Usaha Pusri (Rekayasa Industri):
* Agus Tjahjana
* Ageng Purboyo
* Karseno
* Johny Sudarmono
* Darma Bakti
Mega Eltra:
* Yan Mustapha
* Moh Taufik
* Rully Tisna
* Roflek Natahadibrata
Pusri Palembang:
* Irnanda
* Siti Nurbaya
* Maulana Singedi
* Amzulian Rifai
* Indra Jaya
* Ahmad Asyik
Nama para komisaris baru ini ditetapkan dalam rapat RUPSLB Rabu (19/1/2011) kemarin. Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN Parikesit Suprapto membenarkan nama-nama komisaris baru tersebut. Dan menurut Parikesit, Kementerian BUMN saat ini menjadikan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) sebagai induk usaha semua BUMN di sektor pupuk. Komisaris Pusri yang baru dipilih antara lain Parikesit dan Edy Putra Irawady.
Dari nama para komisaris baru, yang paling menonjol terlihat adalah nama Julian Pasha. Apakah dengan jabatan baru sebagai komisaris sebuah perusahaan BUMN, Julian akan lengser dari istana? Belum ada tanda-tanda. Sangat mungkin apabila Julian merangkap dua jabatan.
(anw/gun)











































