Aksi Pendukung Ba'asyir Pukuli Kapolresta Solo

Aksi Pendukung Ba'asyir Pukuli Kapolresta Solo

- detikNews
Minggu, 02 Mei 2004 20:07 WIB
Jakarta - Aksi massa pendukung Abu Bakar Ba'asyir di depan Mapolwil Surakarta, Minggu (2/5/2004) sore berubah menjadi aksi kekerasan. Mereka melakukan perusakan pagar depan Mapolwil, memukuli Kapolresta Solo, serta tiga orang pengguna jalan yang berpapasan dengan massa aksi saat mereka hendak pulang seusai aksi.Massa pendukung Ba'asyir tersebut merupakan gabungan massa pemuda dan anak-anak dari berbagai elemen serta santri Persantren Al-Mukmin Ngruki. Mereka menggelar aksi di depan Mapolwil Surakarta mengecam sikap Polri berkaitan penangkapan kembali Abu Bakar Ba'asyir dengan tuduhan baru terkait kasus terorisme.Setelah melakukan orasi sekitar 15 menit di badan Jalan Slamet Riyadi, massa yang sebagian masih usia remaja itu merangsek maju dan selanjutnya melakukan perusakan dengan berupaya merobohkan pagar Mapolwil. Akibatnya tidak kurang dari sepuluh jeruji besi pagar atau sepanjang 5 meter pagar patah dan rusak.Selanjutnya massa lainnya langsung melakukan pemukulan terhadap Kapolresta Solo, AKBP Lutfi Lubihanto, yang sedang berdiri di luar pagar Mapolwil untuk memimpin penganaman aksi. Lutfi yang saat itu menggunakan seragam polisi bertubi-tubi kena pukulan tangan beberapa orang yang mengeroyoknya.Beruntung pasukan Dalmas Polwil Surakarta segera merangsek maju dan bisa menarik Lutfi masuk ke dalam pagar Mapolwil. Selain itu beberapa anggota polisi dari Polwil Surakarta maupun Polresta Solo juga sempat terkena timpukan batu yang dilemparkan massa, termasuk diantaranya Kabag Ops Polresta Solo, AKP Muji Santoso, yang terluka di bagian belakang kepala karena lemparan batu.Tidak lama setelah itu, massa memilih pulang menyusuri Slamet Riyadi dan berbelok ke Jalan Bayangkara munuju arah Ngruki. Namun sesampai di Perempatan penumping massa kembali melakukan pemukulan. Dua orang korban pemukulan yang belakangan diketahui Yudistira dan lukman sedang berboncengan menggunakan sepeda motor yang hendak menyeberang jalan.Keduanya dipukuli karena dianggap menghalangi rombongan massa. Saat itu perempatan memang macet diakibatkan oleh rombongan massa jalan kaki itu. Beberapa anggota polisi yang berada di dekat kejadian tidak melerai dan justru terkesan membiarkan. Akibat, Yudistira dan Lukman pingsan dan mengalami memar di wajahnya dan oleh warga sekitar langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu, Solo."Saya dan Yudis ini salahnya apa kok dipukuli. Tahu urusan mereka juga tidak, kok mereka ngawur seperti itu. Saat itu kami berboncengan, salah satu dari mereka ada yang menyuruh kami melintas di perempatan itu tapi yang lainnya memukuli saya," ujar Lukman kepada wartawan di rumah sakit.Sedangkan AKP Muji Santoso yang juga sempat dirawat di RS Kasih Ibu mangaku kekecewa dengan tindakan kasar massa aksi. "Yang mereka lakukan sudah berlebihan. Namun kami akan selalu berusaha bersabar dalam bertugas," ujar Muji. Meskipun massa telah melakukan tindak pengrusakan dan brutal, namun Polresta Solo tidak menahan seorangpun dari mereka. Kapolresta Solo malah mengatakan tidak akan memperkarakan mereka dengan alasan pelaku masih remaja dan terseret emosi. "Anda lihat sendiri Dalmas tidak kami hadapkan frontal. Kalau kami hadapi, mereka jelas kalah," kata dia (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads