Selain memperkenalkan pengurus baru, Pemuda Muhammdiyah juga sempat menyinggung soal kebohongan pemerintah yang dilontarkan sejumlah tokoh lintas agama.
"Tujuan utama kami untuk memperkenalkan pengurus baru kepada Presiden dan anggota kabinet. Dalam pertemuan ini, memang disinggung (kebohongan hingga pertemuan tokoh lintas agama) tapi bukan topik utama," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Daulay di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Dalam pertemuan silaturahim dan audiensi itu, SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menseneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendiknas Muhammad Nuh, dan Menpora Andi A Mallarangeng. Sedangkan dari PP Pemuda Muhammadiyah hadir pula, antara lain, Sekjen Rahimandani dan Bendahara Umum Edi Satria
Saleh mengatakan, pihaknya juga menjelaskan mengenai program kerja selama 4 tahun ke depan. Ada banyak sinergi yang akan dilakukan Pemuda Muhammadiyah nantinya termasuk dengan pemerintah.
"Kami menyampaikan pokok pikiran realisasi program Muhammadiyah dan masukan ke pemerintah dalam rangka membangun sinergi harmonis antara sesama komponen masyarakat dalam membangun bangsa ke depan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY mengatakan, Pemuda Muhammadiyah memang mempunyai peranan penting dalam sejarah pembangunan Indonesia. Pemuda Muhammadiyah tak pernah absen menyukseskan pembangunan nasional.
"Kita tentu tahu bahwa Islam mengajarkan agar kita menimba dan kuasai ilmu untuk kemajuan dan kerja keras agar masa depan kita makin baik," jelasnya.
(gus/nrl)











































