Najib Chebbi, pemimpin oposisi yang kini menjadi menteri pembangunan wilayah dalam pemerintahan koalisi menyatakan, Ben Ali dan Ghannouchi terlibat pembicaraan telepon.
"Saya harap Mohamed Ghannouchi akan memaafkan saya bila saya mengatakan sesuatu yang tidak dia katakan (di publik) namun saya sampaikan untuk pertama kali," kata Chebbi pada Reuters, Kamis (20/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ben Ali menyatakan dia berpikir untuk kembali ke Tunisia namun Ghannouchi menjawab, itu tak mungkin," tutur Chebbi.
Ben Ali, istri dan sejumlah keluarga intinya kabur ke Arab Saudi pada Jumat 14 Januari setelah kerusuhan melanda Tunis. Sekitar 33 kerabatnya yang gagal kabur ditangkap.
Korban tewas akibat kerusuhan di negeri di Afrika utara itu mencapai 100 orang. Ben Ali memerintah dengan tangan besi dan dituding telah menggarong kekayaan negara.
(nrl/vit)











































