"Hal itu menjadi tugas Komisi III untuk membahasnya. Karena untuk apa pun juga Gayus telah menyampaikan kepada publik mengenai pengakuannya," ujar Pramono Anung usai rapat Badan Musyawarah (Bamus) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Menurutnya, pengakuan Gayus tidak bisa dilepaskan begitu saja. "Sudah menjadi tugas Komisi III untuk segera memanggil Satgas untuk meminta klarifikasi kebenaran tentang hal tersebut," ucap politisi FPDIP ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komisi I perlu melakukan klarifikasi terhadap hal ini. Karena persoalan ini tidak bisa dibiarkan," sambung Pram.
Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini menuturkan kasus Gayus sudah mendapat perhatian publik, di mana kasusnya bukan hanya terkait paspor palsu yang digunakan. Karenanya, jika ada keterlibatan orang asing atau lembaga asing pasti karena ada hal-hal yang luar biasa.
"Untuk itu pimpinan meminta Komisi I untuk segera memanggil pihak-pihak yang terkait, yang disampaiakan oleh Gayus," ucap Pram.
Dia menambahkan, Panja Pemberantasan Hukum dan Pajak di Komisi III dan Komisi Pajak di Komisi XI belum akan digabungkan dalam pansus. Hal ini dikarenakan panja belum bekerja maksimal.
Kelak jika panja-panja tersebut sudah bekerja maksimal, kemudian menemui hambatan besar lantaran tidak bisa lintas komisi dan ada masalah lainnya, tentu ada tindakan lain yang akan dilakukan. "Tentunya pimpinan akan melihat dan kalau diperlukan akan diizinkan untuk membentuk pansus," kata Pram.
Usai pembacaan vonis, Gayus menyampaikan curhat. Salah satu isi curhatnya, Satgas
mengarahkan isu pajak Grup Bakrie dan mengalihkan dari mafia hukum Cirus Sinaga.
Satgas mengungkap kepergian dirinya ke luar negeri, dengan cara Denny Indrayana
meng-up load gambar paspor atas nama Sony Laksono di twitternya. Satgas tidak
mengarah ke Cirus Sinaga karena khawatir terbongkarnya kasus Antasari Azhar.
Menanggapi curhatan Gayus, Satgas menegaskan tidak ada rekayasa atas penangkapan
Gayus di Singapura akhir Maret 2010 lalu. Satgas menegaskan tidak mengarahkan kasus
dengan menyebut nama pengusaha yang diduga terlibat kasus Gayus. Menurut Satgas,
nama pengusaha dan perusahaan yang diduga ada kaitan dengan kasus Gayus disebut
sendiri oleh suami Milana itu.
Dalam curhatnya, Gayus juga menyinggung nama JJ Grice. "Berdasarkan cerita John Grice kepada saya, dia adalah agen CIA. Dan semua kegiatannya diketahui dan direstui oleh salah seorang anggota Satgas (Pemberantasan Mafia Hukum)," ujarnya. Satgas menyangkal tudingan Gayus ini dengan menyatakan tak paham soal JJ Grice.
(vit/nrl)










































