Kelompok yang mencoba memburu harta Ben Ali adalah para aktivis HAM dan oposisi Tunisia. Mereka memperkirakan harta Ben Ali tersebar dari Kanada dan Amerika Selatan hingga ke Teluk. Demikian dilansir Guardian, Rabu (19/1/2011).
Pada saat yang sama, seorang jaksa Tunisia membuka penyelidikan independen terhadap aset Ben Ali dan keluarganya yang berada di luar negeri, yang dikumpulkan selama 23 tahun berkuasa. Sebagian besar hartanya diduga didapat dari penjarahan ekonomi dan bisnis dan diyakini berbentuk properti mewah dan tersimpan di sejumlah rekening bank rahasia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama suaminya, Leila Trabelsi dilaporkan saat kabur ke Arab Saudi pada 14 Januari juga membawa 1,5 ton emas senilai 50 juta euro.
Klan Ben Ali, yang digambarkan oleh kabel AS yang bocor di Wikileaks, mirip mafia (quasi-mafia), sangatlah luas. Trabelsi memiliki 10 saudara dan keturunannya, seperti anak tiri, keponakan, sepupu dan kerabat karena perkawinan, hidup makmur karena turut memegang kekuasaan dan kontrol ekonomi.
Forbes memperkirakan kekayaan Ben Ali sekitar 5 miliar dolar pada tahun 2008, namun keluarga Trabelsi diyakini mengumpulkan bebera ratus juta euro lebih banyak.
Penulis Tunisia Abdelaziz Belkhodja menyebarkan dokumen 7.000-kata yang menguraikan dugaan penjarahan keluarga presiden lewat Facebook. Dia mengatakan sebagian besar harta haram itu berasal dari privatisasi ilegal terhadap aset nasional dan perusahaan-perusahaan.
"Setiap sektor perekonomian negara itu dipengaruhi oleh kerakusan keluarga Ben Ali dan rekan-rekan," tulisnya. Ia menyatakan anggota keluarga:
- Mengendalikan Bank Tunisia dan memberikan lisensi mendirikan bank, mengantongi komisi besar.
- Menjalankan perikanan tuna yang menguntungkan dan bisnis ekspor.
- Memiliki lisensi eksklusif untuk mengimpor kendaraan dan mengendalikan bandara, pelabuhan, tempat wisata, hotel, perumahan bahkan alkohol di pasar gelap.
- Mengendalikan provider internet, jaringan telepon seluler, radio dan televisi dan bagian dari media.
Aset lainnya termasuk estate senilai 1,2 juta Pounds di Westmount, dekat Montreal, sebuah properti di Rue de Rhone di Jenewa dan jet Falcon 9000 parkir di bandara Jenewa. Di Perancis, ada sebuah apartemen di kawasan mewah Rue du Faubourg Saint Honore di Paris senilai 37 juta euro, sebuah apartemen di resor ski Courchevel dan sebuah vila di Riviera Perancis.
Belkhodja menyatakan, Ben Ali dan rekan-rekannya telah mengumpulkan kekayaan dengan arogan dan tanpa hati nurani politik kecuali keyakinan bahwa Tunisia adalah milik mereka.
(nrl/nrl)











































