"Sebaiknya Denny dan Mas Achmad Santoso mengundurkan diri karena semua omongan Gayus bisa diatur dengan Denny. Semua menjadi masalah baru dan mengenyampingkan dari perkara pokok. Siapa yang bikin perkara baru, ya Denny," Hotma di LP Cipinang, Jl Bekasi Timur, Jakarta Timur, Kamis (20/1/2011).
Menurut Hotma, Denny selalu membela diri dengan menunjukkan isi BBMnya dengan Gayus atau Milana. Tindakan Denny itu pun dinilai seperti kelakukan anak kecil. Denny tidak bisa bersikap gentle dan sudah tidak kredibel lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hotma mengatakan, kalau memang Denny berkilah apa yang dikatakan Gayus dalam curhatnya usai sidang vonis kemarin, harusnya Denny berani juga berhadapan dengan Gayus dan pengacarannya. Jika Denny diminta melapor ke SBY 1x24 jam, maka seharusnya Gayus juga harus melapor ke SBY 1x24 jam untuk membuktikan kebenaran perkataan kliennya tersebut.
"Sama-sama kita lihat pembuktiannya. Kemarin Ota bilang pertemuan di Singapura kebetulan, sekarang dia bilang pertemuan itu diatur polisi. Bagaimana ini? Dicek coba," jelasnya.
Hotma menambahkan bukan Satgasnya yang bubar. Namun hanya Denny dan Ota saja yang mengundurkan diri. Jika Denny dan Ota mundur, perkara mafia hukum dan pajak bisa jadi fokus.
"Daripada jadi masalah sudahlah mundur saja. Kalau di Jepang itu sudah harikiri karena sudah membuat presiden malu," tutupnya.
Sebelumnya, usai divonis 7 tahun penjara, Gayus membuat pernyataan kalau Satgas memperkeruh kasus yang menimpa dirinya. Namun, Satgas langsung menggelar keterangan pers, yang membantah tuduhan Gayus. Denny membawa bukti percakapan Blackberry untuk menegaskan klaim Gayus adalah bohong belaka.
(gus/fay)











































