Hal itu disampaikan Ahmadinejad dalam pidatonya di depan warga Iran di Kota Yazd seperti diberitakan media Iran, Press TV, Kamis (20/1/2011).
Menurut Ahmadinejad, negara-negara Barat bermaksud mengambil hak-hak warga Tunisia melalui perang psikologis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmadinejad menyerukan para politikus Tunisia untuk menerapkan kewaspadaan di tengah intervensi asing dan memperhatikan kebutuhan dan suara rakyatnya. Menurut Ahmadinejad, rakyat Tunisia menginginkan pemerintahan Islam.
Dalam pidatonya, Ahmadinejad juga mengecam pengadilan PBB yang didukung Barat yang menyelidiki pembunuhan mantan Perdana Menteri Libanon Rafiq Hariri. Ahmadinejad mendesak AS dan sekutu-sekutu Eropanya untuk berhenti ikut campur di Libanon.
Libanon saat ini dalam kebuntuan politik menyusul tumbangnya pemerintahan Perdana Menteri Saad Hariri yang ditandai dengan mundurnya 11 menteri terkait Hizbullah. Pengunduran diri ke-11 menteri itu terkait pertikaian soal Pengadilan Khusus untuk Libanon (STL), yang menyelidiki pembunuhan Hariri pada tahun 2005.
Pengadilan yang didukung AS itu kabarnya akan menuntut beberapa anggota Hizbullah atas kasus pembunuhan Hariri. Padahal gerakan perlawanan Libanon tersebut selama ini dengan tegas menolak tuduhan keterlibatan pembunuhan Hariri.
(ita/nrl)










































